<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093</id><updated>2011-07-30T18:18:04.696-07:00</updated><title type='text'>7AnNisa</title><subtitle type='html'>All About Women</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-2767701743818297095</id><published>2010-06-29T07:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:36:50.232-07:00</updated><title type='text'>jilbabku…jilbabmu…kok bisa beda</title><content type='html'>ukhti ada yang ingin kusampaikan “HIDAYAH ITU BUKAN UNTUK DITUNGGU KEDATANGANNYA…..TAPI DIJEMPUT DAN DIRAIH SERTA DIGAPAI DENGAN USAHA, INSYA ALLAH DIA AKAN DATANG……SAAT DIA DATANG RENGKUHLAH KUAT JANGAN SAMPAI DIA LEPAS KARENA AKAN SULIT TUK MERAIHNYA, RENGKUH HINGGA TAK AKAN LEPAS HINGGA AKHIR HAYAT”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Arti kata jilbab ketika Al-Qur’an diturunkan adalah kain yang menutup dari atas sampai bawah, tutup kepala, selimut, kain yang di pakai lapisan yang kedua oleh wanita dan semua pakaian wanita, ini adalah beberapa arti jilbab seperti yang dikatakan Imam Alusiy dalam tafsirnya Ruuhul Ma’ani.&lt;br /&gt;             Imam Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan; Jilbab berarti kain yang lebih besar ukurannya dari khimar (kerudung), sedang yang benar menurutnya jilbab adalah kain yang menutup semua badan.&lt;br /&gt;             Dari atas tampaklah jelas kalau jilbab yang dikenal oleh masyarakat indonesia dengan arti atau bentuk yang sudah berubah dari arti asli jilbab itu sendiri, dan perubahan yang demikian ini adalah bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah sebab perjalanan waktu dari masa Nabi Muhammad SAW sampai sekarang atau disebabkan jarak antar tempat dan komunitas masyarakat yang berbeda yang tentu mempunyai peradaban atau kebudayaan berpakaian yang berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jilbab_benar_03&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jilbab_benar_022&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara memakai jilbab&lt;br /&gt;             I. Cara memaki jilbab dengan arti aslinya yaitu sebelum diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi bahasa yang baku, adalah aturan yang mana para shahabat dan ulama’ berbeda pendapat ketika menafsirkan ayat Al-Qur’an di atas. Perbedaan cara memakai jilbab antara shahabat dan juga antara ulama itu disebab bagaimana idnaa’ul jilbab (melabuhkan jilbab atau melepasnya) yang ada dalam ayat itu. Ibnu Mas’ud dalam salah satu riwayat dari Ibnu Abbas menjelaskan cara yang diterangkan Al-Qur’an dengan kata idnaa’ yaitu dengan menutup semua wajah kecuali satu mata untuk melihat, sedangkan shahabat Qotadah dan riwayat Ibnu Abbas yang lain mengatakan bahwa cara memakainya yaitu dengan menutup dahi atau kening, hidung, dengan kedua mata tetap terbuka. Adapun Al-Hasan berpendapat bahwa memaki jilbab yang disebut dalam Al-Qur’an adalah dengan menutup separuh muka, beliau tidak menjelaskan bagian separuh yang mana yang ditutup dan yang dibuka ataukah tidak menutup muka sama sekali. &lt;br /&gt;cadarnihDari perbedaan pemahaman shahabat seputar ayat di atas itu muncul pendapat ulama yang mewajibkan memaki niqob atau burqo’ (cadar) karena semua badan wanita adalah aurat (bagian badan yang wajib ditutup) seperti Abdul Aziz bin Baz Mufti Arab Saudi, Abu Al a’la Al maududi di Pakistan dan tidak sedikit Ulama-ulama Turky, India dan Mesir yang mewajibkan bagi wanita muslimah untuk memakai cadar yang menutup muka, Hal di atas sebagaimana yang ditulis oleh Dr.Yusuf Qardlawi dalam Fatawa Muashirah, namun beliau sendiri juga mempunyai pendapat bahwa wajah dan telapak tangan wanita adalah tidak aurat yang harus ditutup di depan laki-laki lain yang bukan mahram (laki-laki yang boleh menikahinya), beliau juga menegaskan bahwa pendapat itu bukan pendapatnya sendiri melainkan ada beberapa Ulama yang berpendapat sama, seperti Nashiruddin Al-Albani dan mayoritas Ulama-ulama Al-Azhar, Qardlawi juga berpendapat memakai niqob atau burqo’ (cadar) adalah kesadaran beragama yang tinggi yang mana bila dipaksakan kepada orang lain, maka pemaksaan itu dinilainya kurang baik, sebab wanita yang tidak menutup wajahnya dengan cadar juga mengikuti ijtihad Ulama yang kredibelitas dalam berijtihadnya dipertanggung jawabkan&lt;br /&gt;            Sedangkan empat Madzhab, Hanafiyah, Malikiyah, Syafi`iyah dan Hanabila berpendapat bahwa wajah wanita tidaklah aurat yang wajib ditutupi di depan laki-laki lain bila sekira tidak ditakutkan terjadi fitnah jinsiyah (godaan seksual), menggugah nafsu seks laki-laki yang melihat. Sedangkan Syafi’iyah juga ada yang berpendapat bahwa wajah dan telapak tangan wanita adalah aurat (bagian yang wajib ditutup) seperti yang ada dalam kitab Madzahibul Arba’ah, diperbolehkannya membuka telapak tangan dan wajah bagi wanita menurut mereka disebabkan wanita tidak bisa tidak tertuntut untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya baik dengan jual beli, syahadah (persaksian sebuah kasus), berdakwah kepada masyarakatnya dan lain sebagainya, yang semuanya itu tidak akan sempurnah terlaksana apabila tidak terbuka dan kelihatan.&lt;br /&gt;             Ringkasnya, para ulama Islam salafy (klasik)sampai yang muashir (moderen) masih berselisih dalam hal tersebut di atas. Bagi muslimah boleh memilih pendapat yang menurut dia adalah yang paling benar dan autentik juga dengan mempertimbangkan hal lain yang lebih bermanfaat dan penting dibanding hanya menutup wajah yang hanya bertujuan menghindari fitnah jinsiyah yang masih belum bisa dipastikan bahwa hal itu memang disebabkan membuka wajah dan telapak tangan saja.&lt;br /&gt;             II. Imam Zamahsyari dalam Al-Kasysyaf menyebutkan cara lain memakai jilbab menurut para ulama yaitu dengan menutup bagian atas mulai dari alis mata dan memutarkan kain itu untuk menutup hidung, jadi yang kelihatan adalah kedua mata dan sekitarnya. Cara lain yaitu menutup salah satu mata dan kening dan menampakkan sebelah mata saja, cara ini lebih rapat dan lebihbisa menutupi dari pada cara yang tadi. Cara selanjutnya yang disebutkan oleh Imam Zamahsyari adalah dengan menutup wajah, dada dan memanjangkan kain jilbab itu ke bawah, dalam hal ini jilbab haruslah panjang dan tidak cukup kalau hanya menutup kepala dan leher saja tapi harus juga dada dan badan, Cara-cara di atas adalah pendapat Ulama dalam menginterpretasikan ayat Al-Qur’an atau lebih tepatnya ketika menafsirkan kata idnaa’ (melabuhkan jilbab atau melepasnya kebawah).&lt;br /&gt;             Nah,mungkin dari sinilah muncul pendapat bahwa berjilbab atau menutup kepala harus dengan kain yang panjang dan bisa menutup dada lengan dan badan selain ada baju yang sudah menutupinya, karena jilbab menurut Ibnu Abbas adalah kain panjang yang menutup semua badan, maka bila seorang wanita muslimah hanya memaki tutup kepala yang relatif kecil ukurannya yang hanya menutup kepala saja maka dia masih belum dikatakan berjilbab dan masih berdosa karena belum sempurnah dalam berjilbab seperti yang diperintahkan agama.&lt;br /&gt;             Namun sekali lagi menutup kepala seperti itu di atas adalah kesadaran tinggi dalam memenuhi seruan agama sebab banyak ulama yang tidak mengharuskan cara yang demikian. Kita tidak diharuskan mengikuti pendapat salah satu Ulama dan menyalahkan yang lain karena masalah ini adalah masalah ijtihadiyah (yang mungkin salah dan mungkin benar menurut Allah SWT) yang benar menurut Allah SWT akan mendapat dua pahala, pahala ijtihad dan pahala kebenaran dalam ijtihad itu, dan bagi yang salah dalam berijtihad mendapat satu pahala yaitu pahala ijtihad itu saja, ini apabila yang berijtihad sudah memenuhi syarat-syaratnya. Adalah sebuah kesalahan yaitu apabila kita memaksakan pendapat yang kita ikuti dan kita yakini benar kepada orang lain, apalagi sampai menyalahkan pendapat lain yang bertentangan tanpa tendensi pada argumen dalil yang kuat dalam Al-Qur’an dan Hadist atau Ijma’.&lt;br /&gt;Aisyah ra. yang menjadi saksi mata atas hal ini berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَحِمَ الله ُنِسَاءَ اْلاَنْصَارِ وَالْمُهَاجِرَاتِ لَمَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِنَّ “وَلْيَضْرِبْنَ مِنْ جَلاَ بِيْبِهِنَّ عَلَى جُيُوْ بِهِنَّ” شَقَقْنَ مُرُوْطَهُنَّ فَلْيَخْتَمِرْنَ بِهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semoga Allah merahmati wanita Anshar dan Muhajirin, tatkala turun kepada mereka ayat “hendaknya mereka mengenakan kain panjang (jilbab) sampai ke atas dada mereka,” mereka memotong kain-kain mereka, lalu mereka menjadikan kain-kain itu sebagai penutup kepalanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hadist lain disebutkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah sholAllohu ‘alaihi wassalam memerintahkan kami keluar untuk shalat ‘idul fitr dan ‘idul adha, baik yang masih gadis yang sedang menginjak dewasa, wanita-wanita yang sedang haidh maupun wanita-wanita yang dipingit. Adapun wanita-wanita yang sedang haidh mereka tidak ikut mengerjakan shalat, namun mereka menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin. Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, salah seorang di antara kami ada yang tidak mempunyai jilbab. ‘Beliau menjawab, ‘Hendaklah saudarinya meminjamkan jilbabnya’”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi……jilbabku dan jilbabmu itu gak beda tapi tetep sama saudariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul orang lain dan para wanita yang berpakaian tapi auratnya terlihat, yang berjalan melenggak-lenggok, sedangkan kepala mereka bagaikan punuk unta yang miring. Mereka itu tidak akan masuk ke dalam surga dan juga tidak akan mencium bau surga. Padahal, harum semerbak surga itu dapat dirasakan dari jarak yang begini dan begini.” [Muslim 6/168]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayat Al-Qur’an yang jelasin tentang kewajiban menutup aurat lainnya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;surat An Nur: 31 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandangan mereka, memelihara kemaluan mereka dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa nampak. Hendaklah mereka menutupkan khimar mereka ke dada mereka; dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka……”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Alloh ta’ala dalam surat Al Ahzab ayat 59:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu dan istri orang-orang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal dan tidak diganggu orang. Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh saudariku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sangat memuliakanmu dengan adanya jilbab….agar kamu gak diganggu…agar kamu aman. Gak ada lagi alesan lum siap berjilbab sesuai syariah karena “lum siap” ato “shalat masih bolong-bolong”…….alasan klise yang dicari-cari, sungguh dengan berjilbab akhlakmu akan terpelihara dan semakin “memperbaiki dirimu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memulai memang akan terasa sangat sulit….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapikah kamu tahu saudariku…usia kita takkan tahu berhenti di detik keberapa dalam hidupmu. Inginkah kamu memurkai perintah Tuhanmu? apa kamu lebih takut dan malu cercaan manusia dibandingkan murka Sang Penciptamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersegeralah…..Allah Maha Pengampun dan Penerima Taubat hamba-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :shaffiyah.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-2767701743818297095?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/2767701743818297095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/06/jilbabkujilbabmukok-bisa-beda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/2767701743818297095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/2767701743818297095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/06/jilbabkujilbabmukok-bisa-beda.html' title='jilbabku…jilbabmu…kok bisa beda'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-3350738323972654263</id><published>2010-06-19T06:35:00.001-07:00</published><updated>2010-06-19T06:47:59.186-07:00</updated><title type='text'>Puisi Pak Habibie untuk Istrinya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/TBzKfsj40oI/AAAAAAAAAGM/mR22yNPtEYE/s1600/bnj.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/TBzKfsj40oI/AAAAAAAAAGM/mR22yNPtEYE/s200/bnj.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484481092116861570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi yang penuh HIKMAH yang dibuat oleh Bapak Prof BJ Habibie, untuk isteri yang sangat dicintainya, almarhumah Ibu Hasri Ainun Habibie :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, aku tahu bahwa semua yang ADA pasti menjadi TIADA pada akhirnya,&lt;br /&gt;Dan kematian adalah sesuatu yang PASTI,&lt;br /&gt;Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,&lt;br /&gt;Aku sangat tahu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang membuatku TERSENTAK sedemikian HEBAT,&lt;br /&gt;Adalah kenyataan bahwa KEMATIAN …&lt;br /&gt;Benar-benar dapat MEMUTUSKAN KEBAHAGIAAN dalam diri seseorang,&lt;br /&gt;SEKEJAP saja…&lt;br /&gt;Lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,&lt;br /&gt;Hatiku seperti tak di tempatnya,&lt;br /&gt;Dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tahu sayang,&lt;br /&gt;Rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada air mata yang jatuh kali ini,&lt;br /&gt;Aku selipkan salam perpisahan panjang,&lt;br /&gt;Pada kesetiaan yang telah kau ukir,&lt;br /&gt;Pada kenangan pahit manis selama kau ada,&lt;br /&gt;Aku bukan hendak megeluh,&lt;br /&gt;Tapi rasanya TERLALU SEBENTAR kau disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,&lt;br /&gt;Tanpa mereka sadari,&lt;br /&gt;Bahwa KAULAH yang MENJADIKAN aku KEKASIH yang BAIK&lt;br /&gt;Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,&lt;br /&gt;Tapi kau AJARKAN aku KESETIAAN, sehingga aku SETIA,&lt;br /&gt;Kau AJARKAN aku ARTI CINTA, sehingga aku mampu MENCINTAIMU seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan,&lt;br /&gt;Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,&lt;br /&gt;Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan sayang,&lt;br /&gt;Cahaya mataku, penyejuk jiwaku,&lt;br /&gt;Selamat jalan,&lt;br /&gt;CALON BIDADRI Surgaku ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BJ.HABIBIE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INNAA LILLAAHI WA INNA ILAHI ROOJI’UUN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kita…. Manusia…&lt;br /&gt;Merasakan besarnya NIKMAT Allah, setelah DIAMBIL KEMBALI oleh-Nya&lt;br /&gt;Maka NIKMATILAH dengan PENUH SYUKUR…&lt;br /&gt;Sesuai Kehendak-Nya…atas APA SAJA yang masih bisa kita NIKMATI…&lt;br /&gt;Karena itu semua akan PERGI…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kita BERHARAP agar kenikmatan itu akan BERULANG,&lt;br /&gt;Dalam kenikmatan yang ABADI,&lt;br /&gt;Kenikmatan yang TIDAK AKAN PERGI selamanya,&lt;br /&gt;Kenikmatan yang HAQIQI,&lt;br /&gt;Di AKHIRAT nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah cermin bagi manusia yang lain.&lt;br /&gt;Jika seseorang berbudi pekerti LUHUR terhadap orang lain,&lt;br /&gt;Maka orang lain pun akan berlaku serupa terhadapnya.&lt;br /&gt;Sehingga, urat sarafnya akan selalu tenang tanpa gejolak&lt;br /&gt;Dan hatinya akan senantiasa damai.&lt;br /&gt;Berikutnya, ia akan merasakan bahwa dirinya hidup&lt;br /&gt;Dalam masyarakat yang bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bila seseorang berkepribadian BURUK&lt;br /&gt;Dan menyakiti orang-orang di sekitarnya,&lt;br /&gt;Maka mereka pun akan berlaku serupa terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barnagsiapa tidak berbuat baik kepada orang lain,&lt;br /&gt;Maka orang-orang pun tidak akan berbuat baik kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak akan mendapatkan CINTA bila kita tidak MENCINTAI&lt;br /&gt;Kita tidak akan mendapatkan KESETIAAN bila kita tidak SETIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan bu Ainun Habibie,&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT mengampunimu dan tidak menyia-nyiakan amalmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-3350738323972654263?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/3350738323972654263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/06/puisi-pak-habibie-untuk-istrinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/3350738323972654263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/3350738323972654263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/06/puisi-pak-habibie-untuk-istrinya.html' title='Puisi Pak Habibie untuk Istrinya'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/TBzKfsj40oI/AAAAAAAAAGM/mR22yNPtEYE/s72-c/bnj.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-519008902812307588</id><published>2010-06-19T06:25:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T06:28:36.957-07:00</updated><title type='text'>Keputusan Anisa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/TBzF6xoKgLI/AAAAAAAAAGE/vUVonjYSHXY/s1600/hijab1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 193px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/TBzF6xoKgLI/AAAAAAAAAGE/vUVonjYSHXY/s200/hijab1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484476059775303858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah, dua minggu menjelang acara perpisahan kelas enam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf Bu, sepertinya saya tidak bisa ikut kirab” Anisa menjawab pelan. Suaranya bergetar karena takut sang guru marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa Nisa? Ini kesempatan bagus lho, nanti kamu akan didandani dan pasti terlihat cantik sekali. Sebelum menunjuk yang lain, ibu sudah langsung memilih kamu. Kamu termasuk yang paling cantik di kelas ini“ Bu Guru tak menyangka kalau Anisa akan menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf Bu, saya tidak bisa jika harus berpakaian hanya sampai sebatas dada. Saya malu Bu!” Anisa menyampaikan keberatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya sudah, begini saja. Coba kamu pikir-pikir lagi, bicarakan hal ini dengan orang tuamu di rumah. Besok pagi ibu tunggu jawabannya” sang guru memberikan solusi. “Tapi ibu tetap berharap kamu mau ikut di acara kirab nanti, kamu pilihan pertama ibu” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, malam harinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dua minggu lagi, di sekolah akan diadakan acara perpisahan kelas enam. Aku disuruh bu guru ikut acara kirab“ kata Anisa pada kedua orang tuanya di ruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terus?” kata ibu dan bapaknya hampir bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Awalnya aku ingin ikut, aku ingin didandani seperti waktu acara resepsi pernikahan mbak Dwi. Tapi dalam kirab nanti pakaiannya hanya sebatas dada, akhirnya aku menolaknya. Aku malu! Kalau saja pakaian yang dikenakan tidak terbuka seperti itu barangkali aku masih mau” jawab Anisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagus, kami mendukungmu Nak. Meskipun sehari-harinya kamu belum memakai jilbab, bukan berarti kamu bebas tampil terbuka di depan orang banyak. Besok bilang ke bu guru, kalau masih diperlukan untuk mengisi acara, ikut saja baca puisi atau nyanyi” saran sang bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah, keesokan harinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana Nisa, kamu sudah minta pendapat orang tuamu?” tanya bu Guru yang tak sabar ingin mendengar keputusan Anisa. Dia berharap Anisa berubah pikiran dan mau ikut di acara kirab nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah Bu. Sama seperti saya, kedua orang tua saya juga tidak setuju jika saya ikut mengisi acara dengan pakaian terbuka seperti itu” jawab Anisa tertunduk. Dia tak berani menatap wajah sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alasannya?” tanya sang guru kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bapak bilang, meskipun Anisa belum memakai jilbab, bukan berarti boleh berpakaian terbuka di depan orang banyak. Kata bapak, kalau Bu Guru masih memerlukan pengisi acara, Anisa boleh ikut membaca puisi atau menyanyi” Anisa memberanikan diri memandang sang guru di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh ya sudah, tidak apa-apa. Ibu mengerti dengan alasan kalian. Kalau begitu, kamu ikut nyanyi ya? Ibu harap kali ini kamu tak menolak lagi. Tenang, kamu nanti tampil tidak sendiri, tapi bersama tujuh orang temanmu. Dan kamu juga tak usah khawatir karena untuk acara nyanyi kalian memakai pakaian muslim. Kamu bisa kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Insya Allah, Bu” jawab Anisa lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu siang, acara pelepasan siswa siswi kelas enam dilaksanakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak jam setengah sembilan, kedua orang tua Anisa sudah berada dihalaman sekolah yang sudah diubah layaknya acara resepsi pernikahan. Dua tenda besar didirikan berdampingan sebagai tempat duduk siswa siswi yang akan diwisuda, wali murid dan tamu undangan. Di bagian depan berdiri panggung berukuran sedang sebagai panggung hiburan dan tempat acara wisuda siswa siswi kelas enam. Kehadiran kedua orang tua Anisa bukan karena anaknya akan diwisuda, Anisa baru kelas empat. Kedua orang tua Anisa hadir untuk melihat penampilan putri semata wayang mereka yang akan bernyanyi meskipun mendapat giliran di akhir acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai acara kesenian satu persatu ditampilkan. Semuanya lucu dan mengibur. Pukul sebelas acara intipun dimulai. Rombongan kirab keluar dari salah satu kelas yang terletak di belakang tenda para tamu. Seorang guru berseragam toga berjalan paling depan bertindak sebagai punggawa, memimpin rombongan kirab. Di belakang sang punggawa, berjalan raja dan ratu ‘cilik’ diiringi belasan dayang putra dan putri membawa nampan-nampan berisi gulungan kertas yang akan diberikan kepada para siswa yang diwisuda. Mereka semua –kecuali sang guru– mengenakan kain dan ‘kemben’ –pakaian atas hanya sebatas dada- layaknya pakaian di kerajaan Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran rombongan kirab disambut meriah oleh siswa-siswi dan wali murid yang hadir. Beberapa siswa, guru dan juga orang tua murid tampak sibuk mengabadikan momen ini dengan kamera ponsel dan kamera digital mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salah satu sudut, agak terpisah dari keramaian, kedua orang tua Anisa menyaksikan acara ini dengan mata berkaca-kaca. Bukan, bukan karena Anisa ada diantara para dayang cilik yang terlihat lucu dan menggemaskan. Anisa tak ada dalam rombongan kirab tersebut. Bukan tidak terpilih tapi justru Anisa yang menolaknya. Dan alasan Anisa menolak tawaran itulah yang membuat kedua orang tuanya merasa sangat terharu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, berkali-kali kedua orang tua Anisa mengucap syukur dalam hati. Kini mereka benar-benar merasa bangga dengan keputusan yang diambil oleh putri semata wayang mereka. Bagi anak seusianya, tampil di depan teman-teman dan orang tuanya dengan dandanan yang ‘tak biasa’ barangkali kesempatan yang tak boleh dilewatkan. Apalagi untuk ikut dalam rombongan kirab, para guru melakukan seleksi terlebih dahulu terhadap siswa siswinya. Mereka yang terpilih adalah yang relatif berparas cantik dan juga ganteng. Bisa ikut dalam rombongan kirab jelas sebuah kebanggan tersendiri. Tapi berbeda dalam pandangan Anisa. Ia lebih memilih melupakan keinginannya tampil cantik daripada harus berpakaian terbuka hingga sebatas dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesehariannya, Anisa memang belum mengenakan jilbab. Tapi sebenarnya dia dan kedua orang tuanya sudah sepakat bahwa saat kenaikan kelas lima nanti, Anisa akan mengenakan jilbab baik di rumah maupun di sekolah. Beberapa pakaian dan seragam sekolah sudah siap delapan puluh persen. Tinggal menggenapkan dan memantapkan niat saja. Tapi meskipun sampai saat ini jilbab belum dipakai, sesungguhnya hati Anisa sudah mulai berjilbab. Itu terbukti ketika sang guru menawarinya ikut dalam rombongan kirab, Anisa menolaknya. Hal ini yang membuat kedua orang tuanya merasa haru dan bangga dengan pemikiran Anisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara demi acarapun berlangsung dengan lancar dan meriah. Menjelang akhr acara, Anisa dan ketujuh temannya tampil menyanyikan sebuah lagu. Keharuan begitu nampak di wajah kedua orang tua Anisa. Mereka bangga menyaksikan putri tunggalnya tampil anggun dengan pakaian muslimnya. Mereka bangga dengan keputusan Anisa. Mereka semakin yakin bahwa buah hatinya telah siap untuk berjilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, bimbinglah anak kami agar ia tetap istiqomah saat sudah berjilbab nanti. Tuntun kami agar bisa membimbingnya menjadi anak yang sholehah, yang bukan saja membanggakan kami selaku orang tuanya tapi juga agama dengan jilbabnya. Amin” lirih mereka berdoa “Anisa, kau tampak lebih cantik dalam pakaian jilbabmu. Berjanjilah nak, bahwa saat kau mulai mengenakannya nanti, kau tak akan melepasnya lagi !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Nurudin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-519008902812307588?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/519008902812307588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/06/keputusan-anisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/519008902812307588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/519008902812307588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/06/keputusan-anisa.html' title='Keputusan Anisa'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/TBzF6xoKgLI/AAAAAAAAAGE/vUVonjYSHXY/s72-c/hijab1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-1941665299633466770</id><published>2010-06-02T15:43:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T15:50:47.871-07:00</updated><title type='text'>Hati Seorang Ayah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/TAbgNdx4q5I/AAAAAAAAAF8/NAiB_f3nLug/s1600/dad.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 107px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/TAbgNdx4q5I/AAAAAAAAAF8/NAiB_f3nLug/s200/dad.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478312518679571346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika ada seorang anak perempuan yg bertanya kepada ayahnya,tatkala tanpa sengaja ia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut,dengan badanya yang mulai membungkuk, disertai suara batuknya yang khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak perempuan itu bertanya kepada ayahnya,: "ayah, kenapa wajah ayah kian berkerut dan badan ayah kian hari kiat membungkuk?? ?" demikian pertanyaannya ketika ayahnya sedang santai di beranda, Si ayah menjawab " Karena aku lelaki "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak perempuan itu berkata sendirian " aku tidak mengerti" dengan berkerut kening karena jawaban ayahnya membuat hatinya bingung dan ga mengerti. Ayah hanya tersenyum, dipeluk dan dibelainya rambut anaknya sambil menepuk bahunya dan berkata "Anakku kamu memang belum mengerti tentang lelaki ". Demikian bisik sang ayah yang membuat anaknya bertambah bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perasaan ingin tahu dan ia mendapatkan ibunya lalu bertanya kepada ibunya.&lt;br /&gt;"Ibu, mengapa wajah ayah kian berkerut dan badan ayah kian hari kian membungkuk? dan sepertinya ayah mengalami demikian tanpa ada keluhan atau rasa sakit ???"&lt;br /&gt;Ibunya menjawab "Anakku, jika memang seorang lelaki bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian ". hanya itu jawaban si ibu dan anak itupun kemudian tumbuh dan menjadi dewasa, tapi ia tetap masih mencari-cari jawaban, kenapa wajah ayahnya yang tampan berubah menjadi berkerut dan badannya membungkuk??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu malam ia bermimpi, dan didalam mimpinya ia seolah-olah ia mendengar suara yg lembut dan kata-katanya terdengar dengan jelas, itu ternyata rangkaian jawaban pertannyaannya selama ini yang selalu ia cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Saat kuciptakan lelaki, AKU membuatnya sebagai pemimpin keluarga, serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga tersebut, dan ia senantiasa akan berusaha menahan setiap ujungnya agar keluarganya senantiasa merasa aman, teduh dan terlindungi. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuciptakan bahunya yg kuat dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat untuk melindungi seluruh keluarganya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberi kemauan kepadanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yg berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, walaupun seringkali ia mendapat cercaan dari anak-anaknya, "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya ia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya ia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan terhembus angin, ia relakan tenaga perkasanya demi keluarganya dan yang selalu dia ingat adalah disaat semua keluarganya menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil jerih payahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan kesabaran,ketekunan dan dan kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa ada keluh kesah. walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan seringkali menerpanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan perasaan kuat dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi apapun, walaupun tidak jarang anak-anaknya melukai perasaannya dan hatinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Padahal perasaannya itu pulalah yang telah memberikan rasa aman disaat anak-anaknya tertidur lelap, serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anaknya agar selalu saling mengasihi dan menyayangi sesama saudara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan kepadanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran kepada anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang,bahkan seringkali ditentang dan ditolak oleh anak-anaknya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran bahwa istri yang baik adalah istri yang setia terhadap suaminya, istri yang baik adalah istri yang selalu menemani dan bersama-sama menjalani perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada istri,agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi dan saling mengasihi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang bungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai lelaki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga dan segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan kepada lelaki tanggung jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan sebaik-baiknya, dan hanya inilah kelebihan yang hanya dimiliki oleh lelaki. walaupun sebenarnya amanah ini adalah di dunia dan di akhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkejut anak dari tidurnya dan segera ia berlari, berlutut dan berdo'a hingga menjelang subuh,setelah itu ia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.&lt;br /&gt;"AKU MENDENGAR DAN MERASAKAN BEBANMU, AYAH"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ayah masih hidup jangan sia-siakan membuat hatinya tersenyum dan gembira,Bila ayah telah tiada jangan putuskan tali silaturahim yang telah dirintisnya, dan do'akan agar TUHAN selalu menjaganya dengan sebaik-baiknya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber :milist)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-1941665299633466770?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/1941665299633466770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/06/hati-seorang-ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/1941665299633466770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/1941665299633466770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/06/hati-seorang-ayah.html' title='Hati Seorang Ayah'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/TAbgNdx4q5I/AAAAAAAAAF8/NAiB_f3nLug/s72-c/dad.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-3239564410893279073</id><published>2010-05-28T02:50:00.000-07:00</published><updated>2010-05-28T03:05:43.763-07:00</updated><title type='text'>Cerita Humor tentang pernikahan .... :))</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-VTPHRtQI/AAAAAAAAAF0/WAMxd480nFI/s1600/a.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 102px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-VTPHRtQI/AAAAAAAAAF0/WAMxd480nFI/s200/a.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476259829612918018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kisah2 humor yang disadur dapet dari milis jadi gak bisa memastikan sanadnya apakah shahih....tapi setidaknya bisa jadi wawasan aja.... Dan semoga terhibur ketika membacanya :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Taaruf Unik&lt;br /&gt;Seorang ikhwan yang kuliah di semester akhir berazzam untuk menyempurnakan separuh dien-nya. Sebagaimana biasa, beliau pun menghubungi ustadnya dan memulai proses dari awal sampai akhirnya tiba saatnya untuk taaruf, yaitu dipertemukan dengan calonnya. Tibalah hari dan jam yang telah ditentukan, dengan semangat seorang aktivis, beliau datang tepat waktu di sebuah tempat yang telah di janjikan ustad. Taaruf pun dimulai, sang akhi duduk disebelah murobby, sementara agak jauh di depannya sang akhwat di temani murobbiyahnya dengan posisi duduk menyamping menjauhi sudut pandangan si ikhwan. Setelah sekian lama berlalu tak ada pembicaraan, sang murobby berbisik pelan pada mad'unya yang malu-malu ini,&lt;br /&gt;" Gimana akhi, sudah lihat akhwatnya belum, sudah mantap apa belum .?"&lt;br /&gt;" Sudah Ustad, saya mantap sekali ustad, akhwatnya yang sebelah kiri itu&lt;br /&gt;khan ? "Murobbynya kaget, wajahnya berubah agak kemerahan. " Eh..gimana&lt;br /&gt;antum ! yang itu istri saya !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kriteria&lt;br /&gt;Seorang Akhi muda yang baru lulus S-2 di luar negri ditanya oleh ustadnya mengenai kriteria akhwat yang diinginkannya. Maka dengan segala idealisme sebagai seorang Ikhwan, mulailah ia mencari-cari kriteria dan menuliskan hampir lebih dari sepuluh kriteria, kemudian menyerahkan pada ustadnya tersebut. Kriterianya sangat bermacam-macam dan agak mengada-ada. Dari yang pertama dia harus seorang akhwat, cantik, pendidikan tinggi, Suku Sunda, berkacamata, lulus dengan cumlaude, hafal sekian juz. dan demikian seterusnya. Setelah diproses oleh sang ustad, akhirnya ia diberitahu bahwa tidak ada akhwat yang bisa sesuai dengan 10 syarat tesebut. Kemudian sang Ikhwan mengurangi kriterianya menjadi 9, setelah diproses sekian minggu ternyata hasilnya nihil. Kemudian sang ikhwan mengurangi satu lagi dari kriterianya menjadi delapan. Dan setelah ditunggu sekian lama hasilnya tetap nihil karena terlau ideal kata ustadnya. Dan demikian seterusnya setiap kali gagal sang ikhwan mengurangi satu kriteria. Sampai setelah lewat lebih dari dua tahun sang Ikhwan akhirnya menemukan pasangan hidupnya.Tapi itupun setelah kriterianya tinggal satu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Poligami&lt;br /&gt;Seorang Akhi baru saja melangsungkan pernikahan dakwahnya dengan seorang akhwat yang sama-sama berjiwa aktivis pula. Minggu-minggu awal pun dilalui dengan penuh ceria, Qiyamul-lail berjamaah, baca Al-Ma'tsurat sama-sama, tabligh akbar bersama bahkan sampai demo dan longmarch pun dilakukan sama-sama. Suatu ketika setelah pulang dari suatu acara seminar bertemakan Poligami, pasangan ini terlibat dalam pembicaraan serius,&lt;br /&gt;" Bagaimana Mi, pendapat Ummi tentang poligami secara umum "&lt;br /&gt;" Abi, secara umum poligami tidak ada nilai buruknya sebagaimana yang&lt;br /&gt;digemborkan banyak orang, bahkan itu merupakan solusi satu-satunya lho."&lt;br /&gt;" solusi bagaimana maksud Ummi ?"&lt;br /&gt;" Maksudnya, coba deh abi lihat, berapa perbandingan jumlah ikhwan dan&lt;br /&gt;akhwat, di Jakarta aja lebih dari 1 : 7, kalau semuanya dapat satu-satu,&lt;br /&gt;maka bagaimana nasib yang tiga lainnya ? "&lt;br /&gt;" Kalo Ummi sudah paham, bagaimana kalo kita yang memulai ?"&lt;br /&gt;" Maksud Abi bagaimana ? "&lt;br /&gt;" Abi mau poligami, tapi yang cariin calonnya ummi saja ya."&lt;br /&gt;" Apaa..! abi mau poligami ? "&lt;br /&gt;" Ya dong, khan Ummi sendiri yang bilang tadi, ingat ini juga sunnah Nabi&lt;br /&gt;Muhammad SAW lho.."&lt;br /&gt;" Wah ! kalo begitu abi salah menafsirkan Siroh Nabawiyah, khan Rasul&lt;br /&gt;berpoligami setelah istri pertamanya Kahdijah ra, meninggal.&lt;br /&gt;Nah ! Jadi abi boleh menikah poligami sampai empat pun boleh, asal setelah&lt;br /&gt;Ummi, istri pertama Abi ini, meninggal, OK ?"&lt;br /&gt;" Ini pasti Murobbiyah ya yang ngajari..?"&lt;br /&gt;Sang istri tersenyum manja penuh kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mendukung Poligami&lt;br /&gt;Suatu ketika di sebuah resepsi pernikahan aktivis dakwah. Sebagaimana biasa, kedua mempelai belum banyak mengenal pribadi masing- masing pasangannya. Hal inilah yg kemudian menjadi incaran sang pembawa acara untuk dijadikan bahan 'game' sebagai hiburan bagi para hadirin. Tentu saja ini tidak sekedar game yang kosong tanpa makna, namun juga mengandung pesan dakwah kepada parahadirin. Sang mempelai pria duduk tenang di singgasananya sendirian. Dan agak jauh dibalik hijab disampingnya duduklah pasangan putrinya. Akhi pembawa acara mulai mengomando jalannya game tersebut. Aturannya, sang mempelai putra akan ditanya tentang sesuatu dan jika jawaban tersebut benar menurut mempelai putri, maka sang mempelai putri akan menabuh gendang satu kali. Dan gendang akan ditabuh dua kali jika jawaban dianggap salah. Tentu saja hal ini ditujukan untuk menguji sejauh mana kekompakan kedua mempelai. Beberapa pertanyaan diajukan, dan jawaban dari mempelai pria selalu dibenarkan oleh pasangannya, Sampai suatu ketika pembawa acara memberi pertanyaan yg berbunyi :&lt;br /&gt;" Apa pendapat istri anda tentang sunah Rasulullah yg bernama poligami,&lt;br /&gt;mendukung atau menentang ?" Sang mempelai pria pun dengan mantap dan tenang menjawab, " mendukung !" Tidak ada jawaban dari pihak mempelai putri. Yang ada malahan sedikit keributan di barisan hadirin putri. Namun alhamdulillah beberapa saat kemudian terdengarlah tabuhan gendang sebanyak satu kali pertanda mempelai&lt;br /&gt;putri pun setuju dan mendukung poligami. Para hadirin yg kebanyakan para ikhwah pun lega dan bertakbir dengan mantap. Sesampainya di rumah, seolah tak percaya sang suami pun menanyakan kembali tentang dukungan istrinya tadi,&lt;br /&gt;" Bener nih mi, mendukung poligami ?"&lt;br /&gt;" wah, abi kurang yakin ya..? poligami sebagai sunah Rasul jelas harus kita dukung bi, tapi kalo abi yg mau poligami, itu jelas urusan lain bi.., enggak rela lah ! ". Sang istripun tersenyum manja penuh kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Masih mau Sekolah (menurutku ini yang paling lucu...hahaha)&lt;br /&gt;Seorang ikhwan yang baru saja menyelesaikan studi S1 nya menghubungi sang Murobby. Apalagi kalau bukan untuk meminta sang ustad mencarikan jodoh terbaik baginya. Tentu saja sang akhi ini tidak sekedar ingin menikah, tapi juga siap menikah. Lho, apa bedanya ?. Ingin menikah bagi seorang akhi cenderung bersifat objektif. Artinya ia menginginkan atau menuntut seorang akhwat -yang akan menjadi istrinya nanti- untuk tampil dengan performance dan sifat yang terbaik, menurutnya. Bisa&lt;br /&gt;jadi ia ingin seorang akhwat yang harus cantik, tinggi, pintar masak, cerdas, penyabar dan lain sebagainya. Atau bisa jadi ia menginginkan yang lebih spesifik misalnya seorang dokter, dosen, hafidzah, atau mungkin yang berasal dari suku tertentu. Lebih parah lagi jika 'ingin menikah' di sini berarti : ingin menikahi ukhti A, B atau C. Yang jenis ini bukan berarti tidak boleh. Hanya saja, kurang elegan. Lalu bagaimana dengan siap menikah ?. Siap menikah bagi seorang akhi berarti kesiapan dari sisi subjektif dirinya. Artinya, ia akan mengukur kemampuan dirinya untuk memimpin rumahtangga, tanpa banyak terpengaruh faktor siapa yang akan mendampinginya. Dengan bahasa lain, dia punya kesimpulan : " yang penting ana harus siap dan baik dulu, siapapun istri ana dan bagaimanapun dia, toh ana juga yang harus membimbingnya ". Yang jenis ini lebih elegan. Artinya siap mental dalam menikah. Nah kembali ke cerita sang akhi yang selain ingin, juga siap untuk menikah. Sang murobby yang dikonfirmasi pun menyambut permintaan ini dengan semangat.&lt;br /&gt;Betapa tidak ? bukankah menjodohkan adalah sebuah amalan mulia. Apalagi yang&lt;br /&gt;dijodohkan adalah ikhwan dan akhwat yang masing-masing mempunyai misi dan&lt;br /&gt;visi untuk dakwah? Maka dimulailah proyek perjodohan yang indah dan terjaga oleh sang Murobby. Dari mulai tukar biodata sampai ta'aruf belum terlihat ada masalah. Namun ketika sang murobby mengkonfirmasi kesediaan sang akhwat, ternyata sang&lt;br /&gt;akhwat menolak. Entah sang akhwat punya alasan apa, yang jelas ia hanya bisa beralasan pada sang murrobby :" Afwan ustad, saya masih mau melanjutkan sekolah dulu.." Terpukul hati sang akhi mendengar jawaban sang akhwat. Pikirnya dalam hati,&lt;br /&gt;mengapa kalau masih mau sekolah ia bersedia memberikan biodatanya dan bahkan&lt;br /&gt;sampai proses taaruf ? Sang murrobby pun merasakan hal yang sama. Ada apa gerangan di balik penolakan ini ?. Sang Akhi beritikad baik untuk tetap menikah. Sang murrobby pun kembali dengan senang hati membantu sang akhi. Dilalui proses dari awal sebagaimana yang pertama tadi. Namun sayang seribu sayang. Kasus penolakan yang pertama kembali terulang. Masih dengan alasan yang sama : sang akhwat masih mau melanjutkan sekolah. Pusing kembali melanda sang akhi kita ini. Dicobanya sekian kali untuk berinstropeksi: Adakah yang salah dalam biodatanya ? Atau ada kesalahan kah saat taaruf kemarin ? Ah , rasa-rasanya semuanya begitu lancar, tak ada masalah. Atau masalah penampilan fisik ?. Ah, benarkah itu masih menjadi kriteria yang prinsip di jaman ini ? . Sang akhi bingung, ia benar-benar belum&lt;br /&gt;menemukan jawaban yang tepat atas kasus penolakan dirinya. Sang murroby tampaknya ikut merasa bertanggung jawab dengan penolakan tersebut. Mungkin karena merasa kasihan dengan dua kali penolakan tersebut, sang murrobby pun berinisiatif untuk ambil langkah yang lain. Kebetulan ia mempunyai adik perempuan yang juga seorang akhwat. Maka setelah mengadakan briefing yang intensif terhadap sang adik, dimulailah proses perjodohan keduanya. Biodata adik sang murroby pun berpindah ke tangan sang akhi ini. Dengan seksama di baca semua point di dalamnya. Tidak lupa dua lembar foto ukuran post card juga diperhatikan agak lama. Sang Murobby yang juga kakak sang akhwat terburu-buru untuk menanyakan kesediaan sang akhi untuk meneruskan proses. " Gimana akhi, antum bersedia melanjutkan proses ini kan ? " Sang akhi bingung bukan kepalang. Ada perasaan kurang sreg dalam dadanya. Lebih-lebih saat melihat dua lembar foto sang akhwat. Diulang-ulang kembali, sama saja. Ada rasa kurang berkenan yang muncul terus menerus dan&lt;br /&gt;mengganggu. " Gimana Akhi, sudah siap untuk meneruskan prosesnya ? "&lt;br /&gt;Pertanyaan sang murobby menambah kegalauannya. Keringat dingin mulai menetes&lt;br /&gt;dari dahinya. Ia menunduk agak lama. Sang akhi merenung sejenak, berinstropeksi. Sejurus kemudian ia mulai mengangkat kepala. Tersenyum. Baru sekarang ia tahu alasan mengapa dua akhwat yang terdahulu menolak dirinya: kriteria fisik !! Kriteria fisik , kedengarannya memang lucu. Tapi ternyata ia selalu menjadi begitu&lt;br /&gt;kontemporer. Selalu saja ada di mana saja dan kapan saja. " Gimana akhi, bisa di jawab sekarang ?? " Dengan sedikit berdehem, sang akhi menjawab,&lt;br /&gt;" Afwan Ustad, setelah saya pikir-pikir, nampaknya saya " masih mau&lt;br /&gt;melanjutkan sekolah " saja ustad ... " Lemes tubuh sang murrobby. Namun ia pun tak bisa berbuat apa-apa. Dalam hati ia berkata : Dasar aktifis jaman kini, masih teguh mempertahankan kriteria fisik !!!. Andakah salah satunya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber : milist)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-3239564410893279073?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/3239564410893279073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/cerita-humor-tentang-pernikahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/3239564410893279073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/3239564410893279073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/cerita-humor-tentang-pernikahan.html' title='Cerita Humor tentang pernikahan .... :))'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-VTPHRtQI/AAAAAAAAAF0/WAMxd480nFI/s72-c/a.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-8858602560344155251</id><published>2010-05-25T08:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T08:14:19.211-07:00</updated><title type='text'>Kisah Seekor Kupu-Kupu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_vpIsYWF8I/AAAAAAAAAFE/7FHyW9c4-EI/s1600/214968g6ftn82q6v.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 59px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_vpIsYWF8I/AAAAAAAAAFE/7FHyW9c4-EI/s200/214968g6ftn82q6v.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475226107560466370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap- sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya tak pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak pernah bisa terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Allah SWT untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Allah SWT membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang&lt;br /&gt;cita-cita dan harapan yang kita mintakan. Kita mungkin tidak akan pernah dapat "Terbang". Sesungguhnya Allah SWT itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kita memohon Kekuatan…Dan Allah SWT memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memohon kebijakan…Dan Allah SWT memberi kita Berbagai persoalan Hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memohon kemakmuran…Dan Allah SWT memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memohon Keteguhan Hati…Dan Allah SWT memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memohon Cinta…Dan Allah SWT memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita Memohon kemurahan/kebaikan hati. Dan Allah SWT memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cara Allah SWT membimbing Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang Allah SWT tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Allah SWT memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Allah SWT, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah berjuang…berusaha…dan berserah diri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu yang terbaik maka pasti Allah SWT akan memberikannya untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber : milist)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-8858602560344155251?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/8858602560344155251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/kisah-seekor-kupu-kupu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/8858602560344155251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/8858602560344155251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/kisah-seekor-kupu-kupu.html' title='Kisah Seekor Kupu-Kupu'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_vpIsYWF8I/AAAAAAAAAFE/7FHyW9c4-EI/s72-c/214968g6ftn82q6v.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-4177805717339526442</id><published>2010-05-23T06:50:00.001-07:00</published><updated>2010-05-23T06:53:39.690-07:00</updated><title type='text'>Antara Mencintai dan Mengagumi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_kzTTqocCI/AAAAAAAAAE8/F2X9d7TJIi4/s1600/ki.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 93px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_kzTTqocCI/AAAAAAAAAE8/F2X9d7TJIi4/s200/ki.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474463228835164194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, waktu yang kamu habiskan dengannya merupakan bahagia yang tak terlukis&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, waktu yang kamu habiskan dengannya merupakan bahagia yang bisa terucap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, masa yang terlalui adalah masa yang ingin kamu ulang dengan bahagia yang sama&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, yang terlalui adalah masa yang ingin kamu ulang dengan senang yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, jauh dilubuk hatimu... sebenarnya kamu menyimpan keinginan memilikinya&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, jauh dilubuk hatimu... sebenarnya kamu menyimpan tanya adakah yang sepertinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, kadang seseorang itu menghindarimu agar kamu tak terluka meski dia tahu cintamu tak harus milikinya&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, kadang seseorang itu menghindarimua agar kamu tak jatuh cinta padanya meski dia tahu rasamu tak selalu berujung cinta atau mungkin dia takut jatuh hati padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, air matamu akan berlinang ketika dia meninggalkanmu&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, kecewamu yang mengalir deras ketika dia meninggalkanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, kamu bisa saja tak lagi memikirkannya terlebih ketika kamu mencintai seseorang yang baru&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, meski kamu jatuh cinta berkali-kali dengan orang lain bisa saja kamu tetap menyimpan kekagumanmu dengannya dan kamu pun juga tahu bahwa disepanjang hidupmu belum tentu kamu akan menemukan sosok menakjubkan yang menjadi rasi bintang ketika kamu tersesat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, setiap moment indah itu tak akan terlupakan&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, setiap kata yang meneguhkan itulah yang seringkali kamu ulang dihati dan pikiranmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, ketika kamu kehilangannya. .. dia masih bisa memberikan inspirasi untuk karyamu&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, ketika kamu kehilangannya inspirasi itu bisa saja berkurang namun bisa pula tumbuh dari jiwa yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, sebenarnya kamu ingin hidup bersamanya&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu seringkali ingin berbagi dengannya betapa hidupmu bahagia hidup dengan orang lain yang kamu cintai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, kamu tak ingin dia sedih dan berusaha menghiburnya&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu tak ingin dia sedih namun kadang bingung harus bersikap seperti apa karena takut dia salah mengartikan sikapmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, dia bisa menjadi seseorang yang segalanya bagimu&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, dia telah menjadi pintu untuk membuka duniamu yang tersembunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu tak memerlukan alasan untuk mencintai&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu selalu butuh alasan untuk mengaguminya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, hal itu selalu berasal dari hati&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, hal itu merupakan perpaduan antara hati dan pikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, hatimu akan berkata ”Dia berbeda dan aku mencintainya”&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, hatimu akan berkata ”Dia berbeda dan aku ingin sepertinya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, dia telah menjadi salah satu alasan mengapa kamu bertahan&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, dia telah menjadi salah satu alasan mengapa kamu memiliki semangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, ketika kamu kehilangannya ”ada” hal-hal yang tak ingin kamu kenang&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, ketika kamu kehilangannya seringkali ada hal-hal yang ingin kamu kenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu takut dia mengetahuinya&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu tak peduli apa dia tahu atau tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, kamu ingin berjalan disampingnya&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, menatap jejaknya itu sudah cukup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, yang kamu ingin tahu adalah bagaimana cara terbaik membuat dia bahagia denganmu&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, yang kamu ingin tahu adalah bagaimana cara terbaik agar kamu menjadi seseorang yang menyenangkan baginya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, mungkin kamu pernah berkali-kali jatuh cinta dalam suatu rentang waktu&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, dalam rentang waktu yang sama belum tentu kamu berkali-kali mengagumi orang lain dengan sudut pandang yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu tak peduli dengan sikapnya. Yang kamu tahu kamu mencintainya&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, kadang kamu tak peduli dengan sikapnya. Yang kamu tahu kamu mengaguminya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang dan bila dia berkorban sesuatu untukmu kamu akan lebih mencintainya&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, dan bila dia berkorban sesuatu untukmu, kamu ingin membalas kebaikannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, kadang cintamu akan kamu simpan dalam hati dan kamu rela menunggunya selamanya&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, kekaguamanmu akan tetap hidup sampai waktu yang kamu sendiri tak mengetahuinya dan kamu tak perlu menunggu untuk kekaguman itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu melihat fotonya karena kamu sedang rindu, sebel, mengenang, ingin berbicara dengannya dan alasan lainnya&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, kadang kamu melihat fotonya seolah-olah dia sedang berbicara padamu untuk memberikanmu semangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, kadang dia ingin tahu betapa dia sangat memperhatikanmu&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, dia akan seringkali terdiam namun sebenarnya dia peduli terhadapmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, semua sikapmu dianggap wajar&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, sikapmu kadang dainggap berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, dia terlintas dipikiranmu karena kamu menyukainya&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, dia terlintas dipikiranmu karena kamu ingin tahu apa, bagaimana dan seperti apa jalan dan pandangan baik darinya yang ingin kamu ikuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mencintai seseorang, kamu bisa menemukan getaran hati&lt;br /&gt;Ketika kamu mengagumi seseorang, yang kamu temukan hanya cerah tanpa getar seperti kamu mencintai seseorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua orang bisa kamu cintai dan kamu kagumi&lt;br /&gt;Tidak semua orang dari yang kamu cintai bisa kamu kagumi&lt;br /&gt;Tidak semua orang dari yang kamu kagumi bisa kamu cintai&lt;br /&gt;Antara mencintai dan mengagmi, keduanya memang terlihat hampir sama namun sebenarnya snagat jauh berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua orang mencintai kita dan tidak semua orang mengagumi kita. Yang mencintaimu bisa saja lebih dicintai orang lain dan yang mengagumimu bisa saja lebih dikagumi orang lain. Apapun itu bentuknya, intinya sama bahwa dengan semua itu hidup kita akan terasa lebih bermakna. Kadang dari hal kecil yang kita abaikan merupakan hal besar yang tak ingin dilupakan orang lain disepanjang hidupnya meski kamu telah melupakannya. Mencintai dengan wajar dan mengagumi dengan wajar... kebahagiaan dari dua rasa itu akan unik membawamu dalam hidup penuh warna.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(sumber : milist)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-4177805717339526442?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/4177805717339526442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/antara-mencintai-dan-mengagumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/4177805717339526442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/4177805717339526442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/antara-mencintai-dan-mengagumi.html' title='Antara Mencintai dan Mengagumi'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_kzTTqocCI/AAAAAAAAAE8/F2X9d7TJIi4/s72-c/ki.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-7280368853148386254</id><published>2010-05-23T06:34:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T06:37:22.135-07:00</updated><title type='text'>PUISI CINTA ANAK AKUNTING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_kvcd_w4aI/AAAAAAAAAE0/mwSun_8rAYI/s1600/lp.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 117px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_kvcd_w4aI/AAAAAAAAAE0/mwSun_8rAYI/s200/lp.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474458988180464034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Kekasihku..&lt;br /&gt;Debetlah cintaku di neraca hatimu&lt;br /&gt;Kanku jurnal setiap transaksi rindumu&lt;br /&gt;Hingga setebal Laporan Keuanganku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kekasih hatiku...&lt;br /&gt;Jadikan aku manager investasi cintamu&lt;br /&gt;Kanku hedging kasih dan sayangmu&lt;br /&gt;Di setiap lembaran portofolio hatiku&lt;br /&gt;Bila masa jatuh tempo tlah tiba&lt;br /&gt;Jangan kau retur kenangan indah kita&lt;br /&gt;Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara&lt;br /&gt;Berkelana di antara Aktiva dan Passiva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai mutiara kalbuku&lt;br /&gt;Hanya kau lah Master Budget hatiku&lt;br /&gt;Inventory cintaku yang syahdu&lt;br /&gt;General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai bidadariku.&lt;br /&gt;Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu&lt;br /&gt;Seimbangkanlah neraca saldo kita&lt;br /&gt;Yang membalut laporan laba rugi kita&lt;br /&gt;Dan cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya&lt;br /&gt;Jika di hari closing nanti&lt;br /&gt;Tidak ada kecocokkan saldo..&lt;br /&gt;mungkin cinta kita harus dijurnal balik…..&lt;br /&gt;From Insurance With Love...&lt;br /&gt;Hehehe...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karya: Pujangga Akunting&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-7280368853148386254?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/7280368853148386254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/puisi-cinta-anak-akunting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/7280368853148386254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/7280368853148386254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/puisi-cinta-anak-akunting.html' title='PUISI CINTA ANAK AKUNTING'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_kvcd_w4aI/AAAAAAAAAE0/mwSun_8rAYI/s72-c/lp.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-856329169500959680</id><published>2010-05-23T05:43:00.001-07:00</published><updated>2010-05-23T05:45:05.759-07:00</updated><title type='text'>Zaujatii (Istriku)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_kjRt7ZkkI/AAAAAAAAAEs/k_ZqL8hmEIE/s1600/album-68528-l.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 165px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_kjRt7ZkkI/AAAAAAAAAEs/k_ZqL8hmEIE/s200/album-68528-l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474445609339032130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;احبك مثلما انتي&lt;br /&gt;Uhibbuki mitsla maa anti&lt;br /&gt;Aku mencintaimu apapun dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;احبك كيفما كنتي&lt;br /&gt;Uhibbuki kaifa maa Kunti&lt;br /&gt;Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومهما كان مهما صار&lt;br /&gt;Wa mahmaa kaana mahmaa shooro&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi dan kapanpun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;انتي حبيبتى انتي&lt;br /&gt;Antii habiibatii anti&lt;br /&gt;Engkaulah cintaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;زوجتي&lt;br /&gt;Zaujatii&lt;br /&gt;Duhai istriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;انتي حبيبتى انتي&lt;br /&gt;Antii habiibatii anti&lt;br /&gt;Engkaulah kekasihku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حلالي انت لا اخشى عزولا همه مقتي&lt;br /&gt;لقد اذن الزمان لنا بوصل غير منبتي&lt;br /&gt;Halaalii anti laa akhsyaa 'azuulan himmuhuu maqti&lt;br /&gt;Laqod adzinaz zamaanu lanaa biwushlin ghoiri munbatti&lt;br /&gt;Engkau istriku yang halal, aku tidak peduli celaan orang.&lt;br /&gt;Kita satu tujuan untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سقيت الحب في قلبي بحسن الفعل والسمت&lt;br /&gt;يغيب السعد إن غبت ويصفو العيش إن جئت&lt;br /&gt;Saqoitil hubba fii qolbii bihusnil fi'li wassamti&lt;br /&gt;yaghiibus sa'du in ghibti wa yashful 'aisyu in ji'ti&lt;br /&gt;Engkau sirami cinta dalam hatiku dengan indahnya perangaimu.&lt;br /&gt;Kebahagiaanku lenyap ketika kamu menghilang lenyap ,&lt;br /&gt;Hidupku menjadikan terang ketika kamu disana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نهاري كادح حتى إذا ما عدت للبيت&lt;br /&gt;لقيتك فانجلى عني ضناى اذا ما تبسمت&lt;br /&gt;Nahaarii kaadihun hattaa idzaa maa 'udtu lilbaiti&lt;br /&gt;Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaaya idzaa maa tabassamti&lt;br /&gt;Hari2ku berat sampai aku kembali ke rumah menjumpaimu.&lt;br /&gt;Maka lenyaplah keletihan ketika kamu senyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تضيق بى الحياة اذا بها يوما تبرمتي&lt;br /&gt;فأسعى جاهدا حتى احقق ما تمنيتي&lt;br /&gt;Tadhiiqu biyal hayaatu idzaa bihaa yauman tabarromti&lt;br /&gt;Fa as'aa jaahidan hattaa uhaqqiqo maa tamannaiti&lt;br /&gt;Jika suatu saat hidupmu menjadi sedih, maka aku akan berusaha keras&lt;br /&gt;Sampai benar-benar mendapatkan apa yang engkau inginkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هنائى انت فلتهنئى بدفء الحب ما عشتي&lt;br /&gt;فروحانا قد ائتلفا كمثل الارض والنبت&lt;br /&gt;Hanaa'ii anti faltahna'ii bidifil hubbi maa 'isyti&lt;br /&gt;Faruuhanaa qodi'talafaa kamitslil ardhi wannabti&lt;br /&gt;Engkau kebahagiaanku . tanamkanlah kebahagiaan selamanya&lt;br /&gt;Jiwa-jiwa kita telah bersatu bagaikan tanah tumbuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فيا أملي ويا سكني&lt;br /&gt;ويا انسي وملهمتي&lt;br /&gt;يطيب العيش مهما ضاقت الايام ان طبتي&lt;br /&gt;Fayaa amalii wa yaa sakanii wayaa unsii wa mulhimati&lt;br /&gt;Yathiibul 'aisyu mahmaa dhooqotil ayyamu in thibti&lt;br /&gt;Duhai harapanku, duhai ketenanganku, duhai kedamaianku, duhai ilhamku.&lt;br /&gt;indahnya hidup ini walaupun hari-hariku berat asalkan engkau bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Translate by :&lt;br /&gt;Abu Tabah wa Saladin wa Jundullah wa Jannati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-856329169500959680?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/856329169500959680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/zaujatii-istriku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/856329169500959680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/856329169500959680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/zaujatii-istriku.html' title='Zaujatii (Istriku)'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_kjRt7ZkkI/AAAAAAAAAEs/k_ZqL8hmEIE/s72-c/album-68528-l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-2952293846388382335</id><published>2010-05-22T21:46:00.000-07:00</published><updated>2010-05-22T21:51:06.314-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Laki-Laki Suka Berbohong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_i0JF3WySI/AAAAAAAAAEk/fyI8ZJxQ-l0/s1600/kayu.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 109px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_i0JF3WySI/AAAAAAAAAEk/fyI8ZJxQ-l0/s200/kayu.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474323415355017506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika sedang menebang pohon, seorang penebang kayu kehilangan kapaknya karena jatuh ke sungai.Lalu dia menangis dan berdoa, sehingga Dewa muncul. "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu sambil terisak menceritakan bahwa kapak sebagai sumber penghasilan satu-satunya telah jatuh kesungai. Lalu Dewa seketika menghilang dan muncul kembali membawa kapak emas. "Apakah ini kapakmu?" tanya sang Dewa. "Bukan, Dewa " jawab lelaki itu. Lalu Dewa  menghilang dan muncul kembali membawa kapak&lt;br /&gt;perak. "Apakah ini kapakmu?" tanya sang Dewa lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Bukan Dewa" lelaki itu tetap menggelengkan kepalanya. Setelah menghilang kembali dalam sekejap mata Dewa datang lagi dan kali ini membawa kapak yang jelek dengan pegangan kayu dan mata besi. "Apakah ini kapakmu?" "Ya, Dewa, benar ini kapak saya". Kamu orang jujur, karena itu Aku akan memberikan ketiga kapak ini untukmu sebagai upah kejujuranmu". Lelaki itu sangat bersyukur dan pulang ke rumahnya dengan sangat gembira.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian ketika sedang menyeberang sungai, istrinya terjatuh dan hanyut. Lagi, si penebang kayu menangis dan berdoa. Kemudian Dewa muncul. "Mengapa kamu menangis?" "Istri saya satu-satunya yang sangat saya cintai terjatuh ke sungai, Dewa"Lalu Dewa menghilang kedalam sungai dan muncul kembali dengan membawa Jennifer Lopez.&lt;br /&gt;Apakah ini istrimu?" "Ya, Dewa" Lalu Dewa marah dan berkata "Kamu berbohong, kemana perginya kejujuranmu?" Lelaki itu dengan takut dan gemetar berkata, "Dewa, seandainya saya tadi menjawab tidak, Dewa akan kembali dengan membawa Britney Spears, dan jika saat itu saya juga menjawab tidak, Dewa akan kembali membawa istri saya yang asli, dan jika ketika itu&lt;br /&gt;saya menjawab iya, Dewa akan memberikan ketiganya untuk menjadi istri saya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya ini orang miskin Dewa, tidak mungkin saya bisa membahagiakan tiga orang istri..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN MORAL DARI CERITA INI :&lt;br /&gt;Lelaki berbohong itu sebenarnya demi kebahagiaan orang lain....,terutama isterinya tercinta !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-2952293846388382335?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/2952293846388382335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/mengapa-laki-laki-suka-berbohong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/2952293846388382335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/2952293846388382335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/mengapa-laki-laki-suka-berbohong.html' title='Mengapa Laki-Laki Suka Berbohong'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_i0JF3WySI/AAAAAAAAAEk/fyI8ZJxQ-l0/s72-c/kayu.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-2099751460626004011</id><published>2010-05-22T21:16:00.000-07:00</published><updated>2010-05-22T21:18:15.668-07:00</updated><title type='text'>Kisah Seekor Kelinci</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_isdzTyG9I/AAAAAAAAAEc/M64hhavLT54/s1600/k.elincijpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 84px; height: 123px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_isdzTyG9I/AAAAAAAAAEc/M64hhavLT54/s200/k.elincijpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474314975058205650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai, Tiba tiba datang se-ekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci itu berkata: "Kalau memang kamu berani, hayo kita&lt;br /&gt;berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Rubah jantan merasa tertantang, "dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?" Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Kelinci kembali bersantai, Sambil memakai kaca mata hitam dan topi pantai Tiba tiba datang se-ekor serigala besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci berkata : "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi&lt;br /&gt;santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang. "Sang serigala merasa tertantang, dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kelinci kembali bersantai, Sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri diatas pasir, Tiba tiba datang seekor beruang besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci berkata: "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang&lt;br /&gt;kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang. "Sang Beruang merasa tertantang, "dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?" Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar&lt;br /&gt;sambil menggenggam Setangkai paha Beruang dan melahapnya dengan nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kelapa melambai lambai, Lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai, Sang Kelinci melongok kedalam lubang kelinci, sambil melambai "Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarlah se-ekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap Harimau berkata " Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang Dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb.&lt;br /&gt;The Winner selalu berfikir mengenai kerja sama, sementara The Looser selalu berfikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membentuk ikatan persahabatan dan persaudaraan harus ada kerendahan hati dan keikhlasan bekerja sama: (MESKIPUN) DENGAN SESEORANG YANG KELIHATANNYA TIDAK LEBIH BAIK&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-2099751460626004011?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/2099751460626004011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/kisah-seekor-kelinci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/2099751460626004011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/2099751460626004011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/kisah-seekor-kelinci.html' title='Kisah Seekor Kelinci'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_isdzTyG9I/AAAAAAAAAEc/M64hhavLT54/s72-c/k.elincijpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-4275043810251013844</id><published>2010-05-22T14:40:00.000-07:00</published><updated>2010-05-22T15:20:48.052-07:00</updated><title type='text'>Impianku menjadi Seorang Gadis.....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_hYsH6ZT2I/AAAAAAAAAEU/lNkLlDAEZMQ/s1600/cv.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_hYsH6ZT2I/AAAAAAAAAEU/lNkLlDAEZMQ/s200/cv.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474222862130302818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang gadis...&lt;br /&gt;yang lembut fitrah tercipta,&lt;br /&gt;halus kulit, manis tuturnya,&lt;br /&gt;lentur hati …&lt;br /&gt;telus wajahnya,&lt;br /&gt;setelus rasa membisik di jiwa,&lt;br /&gt;di matanya cahaya,&lt;br /&gt;dalamnya ada air,&lt;br /&gt;sehangat cinta,&lt;br /&gt;sejernih suka,&lt;br /&gt;sedalam duka,&lt;br /&gt;ceritera hidupnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang gadis itu …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hatinya penuh manja,&lt;br /&gt;penuh cinta, sayang semuanya,&lt;br /&gt;cinta untuk diberi …&lt;br /&gt;cinta untuk dirasa …&lt;br /&gt;namun manjanya&lt;br /&gt;bukan untuk semua,&lt;br /&gt;bukan lemah,&lt;br /&gt;atau kelemahan dunia …&lt;br /&gt;ia bisa kuat,&lt;br /&gt;bisa jadi tabah,&lt;br /&gt;bisa ampuh menyokong,&lt;br /&gt;pahlawan-pahlawan dunia …&lt;br /&gt;begitu unik tercipta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lembutnya bukan lemah,&lt;br /&gt;tabahnya tak perlu pada&lt;br /&gt;jasad yang gagah …&lt;br /&gt;seorang gadis itu …&lt;br /&gt;teman yang setia,&lt;br /&gt;buat Adam dialah Hawa,&lt;br /&gt;tetap di sini …&lt;br /&gt;dari indahnya jannah,&lt;br /&gt;hatta ke medan dunia,&lt;br /&gt;hingga kembali mengecap ni’matNya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang gadis itu …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa seteguh Khadijah,&lt;br /&gt;yang suci hatinya,&lt;br /&gt;tabah &amp; tenang sikapnya,&lt;br /&gt;teman ar-Rasul,&lt;br /&gt;pengubat duka &amp; laranya …&lt;br /&gt;bijaksana ia,&lt;br /&gt;menyimpan ílmu,&lt;br /&gt;si teman bicara,&lt;br /&gt;dialah Áishah,&lt;br /&gt;penyeri taman Rasulullah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dialah Hafsah,&lt;br /&gt;penyimpan mashaf pertama kalamullah …&lt;br /&gt;seorang gadis itu …&lt;br /&gt;bisa setabah Maryam,&lt;br /&gt;meski dicaci meski dikeji,&lt;br /&gt;itu hanya cerca manusia,&lt;br /&gt;namun sucinya ALLah memuji …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti Fatimah kudusnya,&lt;br /&gt;meniti hidup seadanya,&lt;br /&gt;puteri Rasulullah …&lt;br /&gt;kesayangan ayahanda,&lt;br /&gt;suaminya si panglima agama,&lt;br /&gt;di belakangnya dialah pelita,&lt;br /&gt;cahya penerang segenap rumahnya,&lt;br /&gt;ummi tersayang cucunda Baginda …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa dia segagah Nailah,&lt;br /&gt;dengan dua tangan&lt;br /&gt;tegar melindung khalifah,&lt;br /&gt;meski akhirnya bermandi darah,&lt;br /&gt;meski akhirnya khalifah rebah,&lt;br /&gt;syaheed menyahut panggilan Allah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang gadis itu …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perlu ada yang membela,&lt;br /&gt;agar ia terdidik jiwa,&lt;br /&gt;agar ia terpelihara …&lt;br /&gt;dengan kenal Rabbnya,&lt;br /&gt;dengan cinta Rasulnya …&lt;br /&gt;dengan yakin Deennya,&lt;br /&gt;dengan teguh áqidahnya,&lt;br /&gt;dengan utuh cinta yang terutama,&lt;br /&gt;Allah jua RasulNya,&lt;br /&gt;dalam ketaatan penuh setia .&lt;br /&gt;pemelihara maruah dirinya,&lt;br /&gt;agama, keluarga &amp; ummahnya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang gadis itu …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melenturnya perlu kasih sayang,&lt;br /&gt;membentuknya perlu kebijaksanaan,&lt;br /&gt;kesabaran dan kemaafan,&lt;br /&gt;keyakinan &amp; penghargaan,&lt;br /&gt;tanpa jemu &amp; tanpa bosan,&lt;br /&gt;memimpin tangan, menunjuk jalan …&lt;br /&gt;seorang gadis itu …&lt;br /&gt;yang hidup di alaf ini,&lt;br /&gt;gadis akhir zaman,&lt;br /&gt;era hidup perlu berdikari …&lt;br /&gt;dirinya terancam dek fitnah,&lt;br /&gt;sucinya perlu tabah,&lt;br /&gt;cintanya tak boleh berubah,&lt;br /&gt;tak bisa terpadam dek helah,&lt;br /&gt;dek keliru fikir jiwanya,&lt;br /&gt;kerna dihambur ucapkata nista,&lt;br /&gt;hanya kerana dunia memperdaya …&lt;br /&gt;kerna seorang gadis itu,&lt;br /&gt;yang hidup di zaman ini …&lt;br /&gt;perlu teguh kakinya,&lt;br /&gt;mantap iman mengunci jiwanya,&lt;br /&gt;dari lemah &amp; kalah,&lt;br /&gt;dalam pertarungan yang lama …&lt;br /&gt;dari rebah &amp; salah,&lt;br /&gt;dalam perjalanan mengenali Tuhannya,&lt;br /&gt;dalam perjuangan menggapai cinta,&lt;br /&gt;ni’mat hakiki seorang hamba,&lt;br /&gt;dari Tuhan yang menciptakan,&lt;br /&gt;dari Tuhan yang mengurniakan,&lt;br /&gt;seorang gadis itu …&lt;br /&gt;anugerah istimewa kepada dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang gadis itu …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tinggallah di dunia,&lt;br /&gt;sebagai ábidah,&lt;br /&gt;daíyah &amp; mujahidah,&lt;br /&gt;pejuang ummah …&lt;br /&gt;anak ummi &amp; ayah,&lt;br /&gt;muslimah yang solehah …&lt;br /&gt;kelak jadi ibu,&lt;br /&gt;membentuk anak-anak ummah,&lt;br /&gt;rumahnya taman ilmu,&lt;br /&gt;taman budi &amp; ma’rifatullah …&lt;br /&gt;seorang gadis itu …&lt;br /&gt;moga akan pulang,&lt;br /&gt;dalam cinta &amp; dalam sayang,&lt;br /&gt;redha dalam keredhaan,&lt;br /&gt;Allah yang menentukan …&lt;br /&gt;seorang gadis itu dalam kebahagiaan!&lt;br /&gt;Moga ar-Rahman melindungi,&lt;br /&gt;merahmati dan merestui,&lt;br /&gt;perjalanan seorang gadis itu …&lt;br /&gt;menuju cintaNYA yang ABADI!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-4275043810251013844?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/4275043810251013844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/impianku-menjadi-seorang-gadis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/4275043810251013844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/4275043810251013844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/impianku-menjadi-seorang-gadis.html' title='Impianku menjadi Seorang Gadis.....'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_hYsH6ZT2I/AAAAAAAAAEU/lNkLlDAEZMQ/s72-c/cv.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-4108082508252254379</id><published>2010-05-22T14:31:00.000-07:00</published><updated>2010-05-22T14:33:31.508-07:00</updated><title type='text'>BINGKISAN UNTUKMU SAHABATKU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_hNjml_E4I/AAAAAAAAAEM/5uSN188FEkY/s1600/5.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 114px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_hNjml_E4I/AAAAAAAAAEM/5uSN188FEkY/s200/5.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474210621119468418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saudaraku seislam seaqidah&lt;br /&gt;kerana Allah kita bertemu&lt;br /&gt;kerana Allah jua kita bepisah&lt;br /&gt;moga-moga atas pertemuan ini&lt;br /&gt;terjalin simpulan ukhwah fillah&lt;br /&gt;wa mahabbah fillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman,&lt;br /&gt;bertemunya kita&lt;br /&gt;bukan lagi untuk berpeluk mesra&lt;br /&gt;lantaran masa&lt;br /&gt;begitu pantas larinya&lt;br /&gt;bahkan untuk sama-sama berlari&lt;br /&gt;mencari jalan redhanya Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan lagi kini&lt;br /&gt;masa bertanya khabar berita&lt;br /&gt;kisah suka atau duka&lt;br /&gt;namun mengertilah&lt;br /&gt;tugas dakwah sedang menanti&lt;br /&gt;‘Sesungguhnya Aku jadikan di atas muka bumi ini khalifah’&lt;br /&gt;maka jika bukan kita&lt;br /&gt;siapa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai teman&lt;br /&gt;persekitaran kita tidak lagi murni&lt;br /&gt;justeru manik-manik iman kian lerai dari ikatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuntum-kuntum akhlak dan budi&lt;br /&gt;gugur layu satu persatu&lt;br /&gt;masihkah kita duduk terpaku?&lt;br /&gt;diam membisu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun ketahuilah&lt;br /&gt;mujahadah,istiqamah,muraqabah ilallah&lt;br /&gt;senjata utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dugaan,cabaran,ujian,halangan,&lt;br /&gt;itulah rancah perjuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buat sahabat seperjuangan yang ana kasihi fillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sahabat seperjuangan..tiada kata secantik bahasa ingin digambarkan betapa sayangnya ana pada kalian..betapa ana menghargai ikatan ukhwah yang kita bina bersama-sama..justeru terimalah seadanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada penghujung perjuangan ini&lt;br /&gt;kita singkap kembali&lt;br /&gt;lembaran hari-hari kita bersama&lt;br /&gt;detik pertemuan kita adalah&lt;br /&gt;saat bermulanya khittah perjuangan ini&lt;br /&gt;betapa sucinya perjuangan&lt;br /&gt;sehingga menemukan kita&lt;br /&gt;betapa kudusnya pertemuan kita&lt;br /&gt;hingga membuahkan kasih sayang&lt;br /&gt;antara kita saling memberi dan menerima&lt;br /&gt;bersama mengejar maghfirah dan redha Ilahi&lt;br /&gt;menggapai cinta Rabbul Izzati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perjuangan ini sesungguhnya&lt;br /&gt;pahit untuk ditelan&lt;br /&gt;seringkali menduga iman&lt;br /&gt;menuntut kesabaran dan ketabahan&lt;br /&gt;namun sahabat&lt;br /&gt;ikhlas dan redhalah&lt;br /&gt;kerana kita yakin dengan janji Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;intansurullahayansurukum wa thabbit aqdamakum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betapa manisnya perjuangan ini&lt;br /&gt;akan terus kita kecapi&lt;br /&gt;di dunia abadi nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;andainya pertemuan ini akan berakhir di sini&lt;br /&gt;ingatlah sahabat&lt;br /&gt;bahawa ukhwah fillah tidak akan mati&lt;br /&gt;dan perjuangan ini akan terus dilestari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walau sesiapapun kita&lt;br /&gt;walau dimana kita berada&lt;br /&gt;dinul islam tetap akan dibela&lt;br /&gt;dan kita pastikan satu hari nanti&lt;br /&gt;dunia ini milik kita&lt;br /&gt;milik perjuangan suci ini&lt;br /&gt;milik islam yang abadi selamanya&lt;br /&gt;kita dalam islam&lt;br /&gt;islam dalam kita&lt;br /&gt;dulu, kini dan selamanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-4108082508252254379?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/4108082508252254379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/bingkisan-untukmu-sahabatku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/4108082508252254379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/4108082508252254379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/bingkisan-untukmu-sahabatku.html' title='BINGKISAN UNTUKMU SAHABATKU'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_hNjml_E4I/AAAAAAAAAEM/5uSN188FEkY/s72-c/5.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-2302095011351557114</id><published>2010-05-22T06:07:00.000-07:00</published><updated>2010-05-22T06:22:56.805-07:00</updated><title type='text'>''''Ooh Akhwat''''</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_fXkRgNJpI/AAAAAAAAAEE/mCxA5sUyRIo/s1600/b.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 97px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_fXkRgNJpI/AAAAAAAAAEE/mCxA5sUyRIo/s200/b.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474080890265872018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Wanita anggun pembasmi maksiat&lt;br /&gt;Busananya rapi menutup aurat&lt;br /&gt;Paling anti pake pakaian ketat&lt;br /&gt;Katanya sich, ini salah satu ciri muslimah yang taat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Rajin mengaji dan tahajud dimalam yang pekat&lt;br /&gt;Alasannya, biar selamat dunia dan akhirat&lt;br /&gt;Ngga lupa dia doa dan munajat&lt;br /&gt;Agar mendapat teman sejati dalam waktu cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Aktivitasnya begitu padat&lt;br /&gt;Kuliah, organisasi sampe-sampe sehari 3 x ngikutin rapat&lt;br /&gt;Ada juga yang ngajar TPA dan ngajar privat&lt;br /&gt;Demi Allah, semua dilakukan dengan semangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Tapi hari ini kok seperti kurang sehat?&lt;br /&gt;Badan lesu dan muka keliatan pucat&lt;br /&gt;Jalannya lunglai dibawah terikan matahari yang menyengat&lt;br /&gt;Ooo.. ternyata dia, magh nya lagi kumat&lt;br /&gt;(Abis… waktu sarapan cuma makan sepotong kue donat!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Banyak juga yang berjerawat&lt;br /&gt;Dari yang kecil-kecil sampe yang segede tomat&lt;br /&gt;Padahal sudah nyobain semua sabun dan juga obat&lt;br /&gt;( Sabar… sering wudhu lama2 juga ilang, Wat!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Sering betul kirim SMS buat para sahabat&lt;br /&gt;Isinya kalo ngga ngundang syuro, ya.. ngasih tausiyah atau nasihat&lt;br /&gt;Walau kadang terasa bikin pulsa ngga’ bisa hemat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Seneng banget kalo makan coklat&lt;br /&gt;Nggak sadar kalo gigi udah pada berkarat&lt;br /&gt;Gara-gara sebulan sekali baru disikat&lt;br /&gt;(Hiii… jorok nian kau, Wat!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Paling seru waktu kumpul sesama akhwat&lt;br /&gt;Ngobrolin dakwah sampe hal-hal yang kadang kurang manfaat&lt;br /&gt;Apalagi kalau sudah pada saling curhat&lt;br /&gt;Bisa-bisa air mata mengalir begitu lebat&lt;br /&gt;( Wiih, curhat apaan tuh, Wat!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Paling berani kalo di ajak debat&lt;br /&gt;Siap bertahan sampe lawan bicaranya mulai sekarat&lt;br /&gt;1 jam.. 2 jam.. 3 jam.. Wuiih dia masih kuat..!&lt;br /&gt;4 jam….? Woy berenti…! waktunya sudah masuk sholat..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Sore-sore makan soto babat&lt;br /&gt;Makannya rame-rame bareng temen satu liqo’at&lt;br /&gt;Maklum, hari itu ada yang baru punya hajat&lt;br /&gt;Baru wisuda… walaupun wisudanya bareng adek2 tingkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Nonton konser Izzis sambil lompat-lompat&lt;br /&gt;Tak terasa badan mulai capek dan mulai berkeringat&lt;br /&gt;Sampai nggak sadar kalo ada copet yang mulai mendekat&lt;br /&gt;( Tenang…. Si Ukhti kan sudah belajar silat..!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat… Akhwat…&lt;br /&gt;Pergi kuliah di hari Jumat&lt;br /&gt;Buru-buru karena takut datangnya telat&lt;br /&gt;Padahal hawa kantuk masih terasa melekat&lt;br /&gt;Gara-gara Facebookkan tengah malem sampe jam 1 lewat&lt;br /&gt;( So.. What gitu Wat ?!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Banyak yang nggak mau dimadu, apalagi jadi istri ke empat&lt;br /&gt;( Waduh, kalau yang ini ane nggak berani nerusin, Wat!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Mau lebaran bantuin ibu buat ketupat&lt;br /&gt;Hati gembira karena mau ketemu sanak kerabat&lt;br /&gt;Tapi kesel saat ditanya… Lebaran ini masih sendiri, Wat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Berharap sang pengeran datang tidak terlambat&lt;br /&gt;Untuk menjemput ke hidup baru yang penuh rahmat&lt;br /&gt;Namun apa daya saat proses ta’aruf jadi tersendat&lt;br /&gt;Gara-gara sang Ikhwan, malah akhirnya ngurungin niat&lt;br /&gt;( Huuu.. reseh banget tuh Ikhwan, Wat!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Masih Banyakkah yang seperti Fatimah Binti Muhammad?&lt;br /&gt;Yang memilih pendamping bukan kerena harta, tahta dan martabat&lt;br /&gt;Atau hanya tertarik pada gemerlap dunia yang sesaat&lt;br /&gt;Tapi… Agama dan Akhlak itulah yang ia lihat&lt;br /&gt;Wah.. kalau ada… ane pesen satu Wat!&lt;br /&gt;( Please dong akh, Wat! )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… Akhwat&lt;br /&gt;Hidup memang tak selamanya nikmat&lt;br /&gt;Kadang ringan kadang juga terasa berat&lt;br /&gt;Tapi teruslah Istiqomah kau di setiap saat&lt;br /&gt;Karena engkaulah…. Bidadari Harapan Ummat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maap ya.. Wat!&lt;br /&gt;Kalau ada kata-kata salah yang didapat&lt;br /&gt;Maklum, yang buat bukannya Akhwat&lt;br /&gt;Udah dulu ya.. yang buat matanya udah 5 Watt!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIDUP AKHWAT!!!&lt;br /&gt;Yg mo Tag silahkan tag sendiri..&lt;br /&gt;Yg mo share..silahkan smg bermanfaat...&lt;br /&gt;(dikutip dari ust. Fathur Rahman)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-2302095011351557114?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/2302095011351557114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/ooh-akhwat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/2302095011351557114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/2302095011351557114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/ooh-akhwat.html' title='&apos;&apos;&apos;&apos;Ooh Akhwat&apos;&apos;&apos;&apos;'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_fXkRgNJpI/AAAAAAAAAEE/mCxA5sUyRIo/s72-c/b.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-6346772105546737697</id><published>2010-05-16T15:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T15:17:36.928-07:00</updated><title type='text'>Kisah Wanita Muslimah dan Tukang Besi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_Bu8j0O9YI/AAAAAAAAAD8/jZ9yZqpNkYc/s1600/ii.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 129px; height: 97px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_Bu8j0O9YI/AAAAAAAAAD8/jZ9yZqpNkYc/s200/ii.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471995533940684162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika si tukang besi sedang duduk di rumahnya melepas lelah setelah seharian bekerja, tiba-tiba terdengar pintu rumahnya diketuk orang. Si tukang besi keluar untuk melihatnya, pandangannya menubruk pada sesosok wanita cantik yang tak lain adalah tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudaraku, aku menderita kelaparan. Jika bukan karena tuntutan agamaku yang menyuruh untuk memelihara jiwa, aku tidak akan datang ke rumahmu. Maukah engkau memberikan makanan padaku karena Allah ?” tutur wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, memang tengah datang musim paceklik. Sawah dan ladang mengering. Tanah pecah berbongkah-bongkah. Padang rumput menjadi tandus hingga hewan ternak menjadi kurus dan akhirnya mati. Makanan menjadi langka, maka tak pelak kelaparan melanda sebagian besar penduduk desa itu. Hanya sebagian kecil yang masih bisa bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah engkau tahu bahwa aku mencintaimu ? Akan kuberi engkau makanan, tetapi engkau harus melayaniku semalam” kata tukang besi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang besi memang jatuh hati kepada tetangganya itu. Dia merayunya dengan berbagai cara dan taktik, namun tak juga berhasil meluluhkan hati wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lebih baik mati kelaparan daripada durhaka kepada Allah” ujar wanita itu sambil berlalu menuju rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua hari berlalu, wanita itu kembali mendatangi rumah si tukang besi dan mengatakan hal yang sama. Demikian pula jawaban si tukang besi itu. Ia akan memberi makanan asalkan wanita itu mau menyerahkan dirinya. Mendengar jawaban yang sama, wanita itupun kembali ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian, wanita itu datang lagi ke rumah tukang besi itu dalam keadaan payah, suaranya parau, matanya sayu, dan punggungnya membungkuk karena menahan lapar yang tiada tara. Ia kembali mengatakan hal serupa. Begitu pula jawaban si tukang besi, sama dengan yang sudah-sudah. Wanita itu kembali ke rumahnya dengan tangan kosong untuk ketiga kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itulah Allah memberikan hidayah-Nya kepada si tukang besi “Sungguh celaka aku ini, seorang wanita mulia datang kepadaku, dan aku terus berlaku dzalim kepadanya, “tutur tukang besi dalam hatinya. “Ya Allah aku bertaubat kepada-Mu dari perbuatanku dan aku tidak akan mengganggu wanita itu lagi selamanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang besi itu bergegas mengambil makanan dan pergi ke rumah wanita itu. Diketuknya pintu rumah wanita itu. Tak lama berselang terlihat pintu terbuka dan muncullah sesosok wanita yang nampak kuyu. Melihat si tukang besi berdiri di depan pintu rumahnya, wanita itu bertanya, “Apa keperluanmu datang ke rumahku ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bermaksud mengantarkan sedikit makanan yang aku punya. Jangan khawatir, aku memberinya karena Allah” jawab si tukang besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah jika benar apa yang dikatakannya, maka haramkanlah ia dari api di dunia dan di akhirat” tutur wanita itu seraya menengadahkan kedua telapak tangannya ke langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang besi itu pulang ke rumahnya. Ia memasak makanan yang tersisa buat dirinya. Tiba-tiba secara tak sengaja bara api mengenai kakinya, namun kaki si tukang besi itu tidak terbakar. Bergegas ia menemui wanitu itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wanita yang mulia, Allah telah mengabulkan doamu” ujar si tukang besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu, wanita itu sujud syukur kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah Engkau telah mewujudkan doaku, maka cabutlah nyawaku saat ini juga”. Terdengar suara lirih dari mulut wanita itu dalam sujudnya. Allah kembali mendengar doanya. Wanita itupun berpulang ke Rahmatullah dalam keadaan sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kisah seorang wanita yang menjaga kehormatannya meskipun harus menahan rasa lapar yang tiada tara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslimah mestinya dapat mengambil pelajaran berharga dari berbagai kisah wanita shalihah. Merekalah yang harusnya dijadikan suri tauladan dalam kehidupan keseharian, bukan para artis yang menawarkan gaya hidup hedoisme dan materialisme.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-6346772105546737697?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/6346772105546737697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/kisah-wanita-muslimah-dan-tukang-besi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/6346772105546737697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/6346772105546737697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/kisah-wanita-muslimah-dan-tukang-besi.html' title='Kisah Wanita Muslimah dan Tukang Besi'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_Bu8j0O9YI/AAAAAAAAAD8/jZ9yZqpNkYc/s72-c/ii.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-4754684417232923210</id><published>2010-05-16T03:11:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T03:18:51.206-07:00</updated><title type='text'>Yaa Ukhtiy... Ikhwan Juga Manusia...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-_GbycjFHI/AAAAAAAAACs/gLSh8oPGauc/s1600/s.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 127px; height: 83px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-_GbycjFHI/AAAAAAAAACs/gLSh8oPGauc/s200/s.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471810252978721906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahirrohmaanirrohiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat seorang ikhwan baik-baik “menawarkan diri” kepada seorang akhwat untuk menikahinya, itu bukanlah hal mudah baginya. Ikhwan juga manusia! Tentu si ikhwan sudah berfikir dan memperhitungkan sebaik-baiknya apa dampak positif dan negatifnya, bagaimana besarnya maslahat dan mudhorotnya. Apakah Alloh ‘Azza wa Jalla meridhoi langkah-langkahnya atau justru Alloh ‘Azza wa Jalla murka dengan langkah yang dia ambil. Sepatutnya ia harus berfikir terlebih dahulu, bagaimana ia harus bersikap jika proposalnya di tolak dan bagaimana ia harus bersikap bila proposalnya di terima. Begitulah seharusnya seorang calon Imam mengambil langkah. Bila ikhtiar dan doa telah dilakukan, maka sepatutnyalah ia menyandarkan diri kepada Alloh Ta’ala, dan menyerahkan segala urusannya kepada-Nya semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana disepakati oleh al-Bukhari muslim telah diriwayatkan, dimana Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam bersabda : “Sungguh menakjubkan keadaan orang mukmin itu. Alloh tidak menetapkan suatu keputusan baginya melainkan keputusan itu adalah baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, maka ia akan bersabar, dan yang demikian itu lebih baik baginya. Jika mendapatkan kesenangan, maka dia akan bersyukur, maka yang demikian itu adalah baik baginya. Dan hal tersebut tidak akan menjadi milik seorang pun kecuali orang mukmin.” (HR. Muslim no.2999. Dari Shuhain rodhiyalloohu’anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ikhwan baik-baik akan menawarkan dirinya secara baik-baik pula. Tidak akan melakukan hal-hal yang sekiranya dapat melukai hati seorang akhwat dan mendatangkan murka Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Bukan dengan cara-cara yang tercela dan dilarang oleh syaria’t islam yang mulia. Karena ikhwan baik-baik tahu bagaimana harus memperlakukan seorang akhwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya. Berwasiatlah kepada wanita yang baik. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika engkau meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok. Oleh karena itu, berwasiatlah kepada wanita dengan baik.” (Hadist shohih : Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no.5185-5186) dan Muslim (no.1468 (62)), dari Abu Hurairoh rodhiyalloohu’anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Tirmidzi, Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang paling baik terhadap kaum wanitanya (istri, saudara wanita atau anak-anak wanita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ikhwan yang baik-baik akan sangat berHATI-HATI dalam membawa HATI serta memikat HATI, karena ketakutannya dengan murka Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Dan Alloh Ta’ala memuji orang-orang yang takut didalam Kitab-Nya dan menyanjung mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yg BERHATI-HATI karena takut akan (adzab) Robb mereka, dan orang2 yang beriman terhadap ayat-ayat Robb mereka, dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Robb mereka (sesuatu apapun), dan orang-orang yg memberikan apa yg telah mereka berikan, dengan HATI YANG TAKUT, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Robb mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (QS. Al-Mukminun : 57-61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ikhwan baik-baik yang menjaga Alloh dalam setiap hembusan nafasnya, akan memiliki tiga pilar sentral, yaitu Mahabbah (Cinta), Khauf (Takut) dan Roja’ (Harap) didalam hatinya. Sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Alloh” (QS. Al-Baqoroh : 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan HARAP dan CEMAS. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’ : 90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak mengedepankan hawa nafsu dan syetan. Mereka memiliki visi dan misi untuk selalu memperoleh ridho Alloh Ta’ala, dengan mencari kebenaran yang tak henti-hentinya dan senantiasa ada taubat disetiap hembusan nafasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ukhty, KETAHUILAH DAN INGATLAH!!! Bahwa mereka tidak akan pernah mencapai tingkat kesempurnaan, karena mereka juga manusia, sama hal-nya seperti antunna. Tak akan ada yang mampu menyerupai ummul mukminin Khodijah binti Khuwailid. Sebagaimana Rosulullooh Sholalloohu ‘alaihi wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaik-baik wanita ialah Maryam binti Imron. Sebaik-baik wanita ialah Khodijah binti Khuwailid. (HR Muslim dari Ali bin Abu Thalib radiyallahu ‘anhu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang harus diperhatikan adalah “adakah didalam dirinya semangat untuk bertaubat dan memperbaiki diri dengan cara yang benar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu banyak orang lain menginginkan kebenaran, tapi caranya salah! Sebagaimana Ibnu Mas’ud berkata : “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak benar caranya!”Sesungguhnya Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam bersabda : ‘Nanti akan ada kaum yang membaca al-Qur’an tidak melewati tenggorokan mereka!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui hal ini, maka dapat dibuktikan dengan “pola berfikirnya”, apakah dia tunduk kepada Kitabulloh, Sunnah Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam &amp; Sunnah Khulafaur Rasyidin atau justru tunduk kepada HAWA NAFSUnya dan syetan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika akal tunduk kepada hawa nafsu &amp; syetan, bukan termaksudkan nafsu syahwat saja, namun bagaimana dia mengedepankan hawa nafsunya dalam mencari kebenaran. Disinilah letak awal “siapa dia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak ikhwan lulusan pesantren-pesantren, tapi begitu banyak pula yang hasilnya bermain dengan hawa nafsu dan mengikuti perkembangan zaman. Sehingga, terjadilah penolakan-penolakan terhadap sebagian firman-firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan sabda-sabda Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam karena dianggapnya tidak sesuai dengan zaman saat ini. Na’udzu billah min zalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lupa atau pura-pura lupa… bahwa ISLAM SUDAH SEMPURNA dan Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam telah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh, aku tinggalkan kalian diatas ISLAM yang putih bersih, malamnya seperti siangnya. Tidaklah berpaling dari ISLAM yang putih bersih ini sepeninggalku, melainkan akan BINASA.” (HR. Ibnu Abi’Ashim &amp; Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitukah taubat dan memperbaiki diri yang benar???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penulis, hidup bersama orang seperti itu adalah hal yang paling menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, walaupun kenyataannya lebih banyak laki-laki yang gila dunia dan lupa Sang Khalik (penyakit wahn, cinta dunia dan takut mati). Tapi diantara mereka, ada laki-laki biasa. Dia tidak pernah mengikuti pesantren atau sekolah Islam lainnya, tapi memiliki keinginan untuk senantiasa bertaubat dan memperbaiki diri dengan menundukkan akal-nya kepada Kitabulloh, Sunnah Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam &amp; Sunnah Khulafaur Rasyidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh ada beberapa kaum bila mereka banyak berbuat kesalahan-kesalahan, maka mereka bercita-cita menjadi orang-orang yang Alloh ‘Azza wa Jalla akan mengganti kesalahan-kesalahan mereka dengan kebajikan” (Hadist hasan riwayat al-Hakim (IV/252), dari Shahabat Abu Hurairoh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka menurut antunna, mana yang lebih baik diantara mereka yang telah disebutkan diatas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya adalah berdasarkan sabda Rosulullooh Shollalloohu ‘alaihi wa Sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap anak Adam banyak berbuat salah dan sebaik-baik orang yang banyak berbuat kesalahan adalah yang banyak bertaubat” (HR. Ahmad,at-Tirmidzi, Ibnu Majah &amp; al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dengan taubat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena TAUBAT adalah langkah pasti untuk menuju istiqomah dan menyongsong HIDAYAH ALLOH Ta’ala, menjauhkan diri dari ketergelinciran dan kenistaan. Ia adalah pintu kehormatan yang dibuka bagi para pendosa untuk kembali tanpa DITUNDA-TUNDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya taubat disisi Alloh hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima ALLOH taubatnya, dan Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa : 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bertaubat kepada Alloh ialah orang yang kembali dari perbuatan maksiat menuju perbuatan TAAT. Imam Ibnu Qoyyim al-jauziyyah rohimahullooh mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Taubat merupakan awal persinggahan, pertengahan dan akhir perjalanan hidup. Seorang hamba yang sedang mengadakan perjalanan menuju Alloh Ta’ala tidak boleh lepas dari taubat hingga ajal menjemputnya. Taubat merupakan awal langkah seorang hamba kepada Alloh dan kesudahannya. Dan kebutuhan seorang hamba terhadap taubat diakhir hayatnya teramat penting dan sangat mendesak. Sebagaimana juga taubat dibutuhkan di awal perjalanan hidup seorang hamba.” (Madaarijus Saalikiin (I/98).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah titik awal yang harus diperhatikan untukmu duhai Ukhty. Karena Alloh Ta’ala sangat mencintai orang-orang yang bertaubat. Sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang TAUBAT dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqoroh : 222)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, selayaknyalah kita turut mencintai orang-orang yang senantiasa bertaubat dan memperbaiki diri. Bukan begitu?!? Dan tentu saja, untuk itu dibutuhkan ILMU. Maka terus meneruslah berada di majelis ilmu untuk menuntut ILMU. Karena menuntut ilmu syar’i hukumnya WAJIB! Dan Taubat adalah kewajiban seumur hidup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhtyfillah yang dirahmati Alloh Subhanahu wa Ta’ala, jika engkau menginginkan ikhwan baik-baik untuk mengkhitbahmu, maka sebagaimana dirimu, si ikhwan pun dianjurkan untuk mencari akhwat baik-baik. Yang harus menjadi instropeksi diri adalah “apakah diri ini sudah menjadi akhwat baik-baik?” Karenanya terus meneruslah kita bertaubat dan memperbaiki diri dengan ILMU, Alloh Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula). Sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)…” (QS. An-Nuur :26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ukhty,langkah selanjutnya ketika laki-laki baik-baik datang untuk mengkhitbahmu, maka perhatikanlah sabda Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak kalian). Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakan yang besar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya sekarang adalah kebanyakan akhwat masih LEBIH mempermasalahkan HARTA dibandingkan dengan AGAMA. Pengaruh materialisme telah banyak menimpa para akhwat dan orang tuanya. Tidak sedikit dari mereka, pada zaman sekarang ini, yang selalu menitikberatkan pada kriteria banyaknya harta, keseimbangan kedudukan, status sosial dan keturunan saja dalam memilih calon jodohnya. Masalah kufu’ (sederajat, sepadan) hanya diukur berdasarkan materi dan harta saja. Sementara pertimbangan agama tidak mendapat perhatian yang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Islam sangat memperhatikan kafa-ah atau kesamaan, kesepadanan atau sederajat dalam hal pernikahan. Dengan adanya kesamaan antara kedua suami istri itu, maka usaha untuk mendirikan dan membina rumah tangga yang Islam, insya Alloh akan terwujud. Tapi kafa-ah menurut Islam diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta akhlak seseorang, bukan diukur dengan banyaknya harta, status social, keturunan, dan lain2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah seorang akhwat dan orang tuanya benar-benar waspada terhadap fitnah yang akan ditimbulkannya, karena diantara manusia ada yang terseret oleh kecintaannya yang berlebihan terhadap seorang akhwat sehingga ia berbuat durhaka kepada orang tua, memutuskan tali silaturahmi dan berbuat kerusakan dibumi, sehingga laknat Alloh menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling banyak diantara manusia ada yang diseret oleh kecintaannya kepada seorang akhwat untuk mencari harta yang haram guna memenuhi kecintaannya dan memuaskan syahwatnya. Maka hendaklah seseorang berhati-hati terhadap fitnah wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada fitnah yang aku tinggalkan setelahku yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah wanita.” (Shahih, HR al-Bukhari (no.5096) dan Muslim (no.2740(97)), dr Shahabat Usamah bin Zaid rodhiyalloohu’anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dunia ini manis dan indah. Dan sesungguhnya Alloh menguasakan kepada kalian untuk mengelola apa yang ada didalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh Karena itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada bani Israil adalah karena wanita” (Shahih, HR Muslim (no.2742 (99), dr Shahabat Abu Sa’id al-Khudri rodhiyalloohu’anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ukhty, sadarilah, bahwa kita adalah sumber fitnah yang paling utama. Sumber penyakit yang paling utama. Sadarilah, bahwa jika kita tidak mengekangnya, maka akan timbul kerusakan dimuka bumi ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhty perhatikanlah sabda Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang selalu melakukan kefasikan adalah penghuni Neraka.” Dikatakan, “Wahai Rosulullooh, siapakah yang selalu berbuat fasik itu?” Beliau menjawab,”Para wanita”. Seorang Shahabat bertanya,”Bukankah mereka itu ibu-ibu kita, saudara-saudari kita, dan isteri-isteri kita?” Beliau menjawab,”Benar. Akan tetapi apabila mereka diberi sesuatu, mereka bersyukur. Apabila mereka ditimpa ujian (musibah), mereka tidak sabar.” (Shahih, HR Ahmad (III/428,IV/604) dr Shahabat ‘Abdurrahman bin Syabl rodhiyalloohu’anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhty, mari kita jaga diri ini dari siksa api neraka… Jagalah Alloh Subhanahu wa Ta’ala, niscaya Alloh Ta’ala akan menjagamu. Jagalah Alloh, maka engkau akan mendapati-Nya dihadapanmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ukhty, Jika memang kau masih bersih kukuh juga dengan masalah harta, jika kau masih juga mempermasalahkan harta…. Maka simaklah firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya HARTA dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan disisi Alloh-lah pahala yang besar.” (QS. At-Thoghoobun : 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Ibnu Katsir dijelaskan, bahwa sesungguhnya harta dan anak itu akan menjadi bahan UJIAN DAN COBAAN dari Alloh Ta’ala bagi makhluk-Nya agar Dia mengetahui siapakah hamba-hamba-Nya yang taat dan yang durhaka kepada-Nya. Dan disisi Alloh pada hari Kiamat kelak adalah PAHALA YANG BESAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ukhty, berhati-hatilah dengan syirik yang tak nampak, yaitu dosa yang lebih sulit (sangat samar) untuk dikenali daripada jejak semut yang merayap diatas batu hitam ditengah kegelapan malam. Syirik yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Syirik seperti ini adalah seperti syirik dalam ucapan (selain perkara keyakinan). Salah satu contoh yang sering kita jumpai adalah MENGGANTUNGKAN NASIB KEPADA MAKHLUK YANG TIDAK DAPAT BERBUAT APA- APA. Lidah ini begitu mudahnya bersandar pada makhluk yang tidak mampu berbuat sedikitpun. Terlalu menggantungkan nasib kepada makhluk-Nya dengan memperhitungkan kemampuan manusia (PEKERJAAN &amp; HARTA). Ada sebagian akhwat yang beranggapan bahwa ‘dia tidak dapat hidup dengan laki-laki yang penghasilannya jauh dibawah dia. Tak tahukah engkau ya ukhty, bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh Shollalloohu ‘alaihi wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Alloh adalah Pencipta semua pekerja dan pekerjaannya.” (HR. al-Hakim I/31-32, dan Majma’ az-Zawa’id VII/197)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Alloh, bukan kuasa kita untuk memberikan rizki kepada diri kita maupun keluarga kita. Bukan pula kuasa itu karena kemampuan suami. Alloh Ta’ala-lah yang berkuasa. Bahkan hembusan nafas kita-pun dikuasainya oleh-Nya. Lantas mengapa kita masih menyandarkan diri kepada selain Alloh Ta’ala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan font berwarna merah berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Allah jadikan bagimu dari diri-dirimu sendiri berupa isteri, lalu Dia jadikan bagimu dari isteri-isterimu berupa anak-anak dan cucu, dan Dia memberimu rezeki yang baik-baik.” (QS. An-Nahl : 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian (belum menikah) diantara kamu, dan orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah maha luas (pemberian-Nya) lagi maha mengetahui.” (QS An-Nur: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam bersabda: “Carilah oleh kalian rizki dalam pernikahan (dalam kehidupan berkeluarga).“ (HR Imam Dailami dalam musnad Al Firdaus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ukhty, selayaknya bagimu untuk mempermudah ikhwan yang akan mempersuntingmu!!! Sungguh mereka juga manusia yang dapat dengan mudahnya tergoda oleh syetan dan hawa nafsu yang disebabkan oleh FITNAH yang paling utama, yaitu WANITA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Nabi Shollalloohu’alaihi wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya diantara kebaikan wanita adalah mudah meminangnya, mudah maharnya, dan mudah rahimnya.” (Hasan, HR. Ahmad (VI/77,91), Ibnu Hibban (no.1256-Al-Mawaarid) dan al-Hakim (II/181))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah” (Shahih, HR. Abu Dawud (no 2117), Ibnu Hibban (no.1262-al-Mawaarid), dan ath-Thobrani dlm Mu’jamul Ausath (I/221,no 724), dr ‘Uqbah bin ‘Amir rodhiyalloohu’anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan kebaikan yang banyak padanya” (QS. An-Nisaa’:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ukhty, rubahlah dirimu, semoga Alloh menganugerahi seorang Imam yang sholeh. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berjihad!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***************************************************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Alloh, sesungguhnya aku telah menzholimi diriku sendiri dengan kezholiman yang banyak dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa melainkan hanya Engkau. Karena itu, ampunilah aku, dengan ampunan yang datang dari sisi-Mu dan rahmatilah aku, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR. Al-Bukhari no.834 dan Muslim no.2705 (48).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Alloh, jadikanlah aku merasa qona’ah (merasa cukup, puas, rela) terhadap apa yang telah Engkau rizkikan kepadaku, dan berikanlah berkah kepadaku didalamnya dan gantikanlah bagiku semua yang hilang dariku dengan yang lebih baik.” (HR. Al-Hakim I/510 dan dishahihkan serta disepakati oleh adz-Dzahabi, dari Ibnu ‘Abbas rodhiyalloohu’anhuma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Alloh, berikanlah ampunan kepadaku atas kesalahana-kesalahanku, kebodohanku serta sikap berlebihanku dalam urusanku, segala sesuatu yang Engkau lebih mengetahuinya daripada diriku. Ya Alloh, berikanlah ampunan kepadaku atas canda dan keseriusanku, kekeliruanku dan kesengajaanku, dan semuanya itu ada pada diriku.” (GR. Al-Bukhari no.6399/Fat-hul Baari XI/196, dari Abu Musa Al-Asy’ari rodhiyalloohu’anh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal Najis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah najis erat kaitannya dengan masalah ibadah, karena setiap ibadah yang dilakukan oleh seorang muslim haruslah bersih dari segala najis. Dan kebersihan seorang muslim menjadi ketentuan penting dalam hal kesempurnaan pelaksanaan ibadah, baik yang fardhu’ maupun sunnah. Akan tetapi, tidak sedikit dari kaum muslim yang belum bisa membedakan antara kotoran yang terhukumi sebagai najis dengan kotoran yang tidak terhukumi sebagai najis. Dan najis yang berupa kotoran dalam bentuk zhahir (nyata) dengan najis yang tidak berbentuk zhahir (nyata) seperti kotoran. Oleh karena itu, artikel kali ini akan membahas tentang najis, macam-macamnya dan cara membersihkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal Najis&lt;br /&gt;Syaikh ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi menyebutkan dalam kitabnya al-Wajiz (hal. 57), najaasaat adalah bentuk jama’ atau plural dari kata najaasah, yaitu segala sesuatu yang dianggap kotor oleh orang-orang yang bertabiat baik lagi selamat dan mereka menjaga diri darinya, mencuci pakaian yang terkena benda-benda najis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Sa’id Al-Qaththani menyebutkan definisi najis sebagai kotoran yang harus dibersihkan dan dicuci pada bagian yang terkena olehnya. (Ensiklopedi Shalat Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, I/13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut istilah syar’i, benda najis adalah benda yang haram disentuh secara mutlak, kecuali jika dalam keadaan terpaksa, bukan karena benda tersebut haram atau kotor dan bukan pula karena benda tersebut berbahaya untuk badan dan akal.(Ensiklopedi Tarjih Masalah Thaharah dan Shalat, hal. 26)&lt;br /&gt;Tidak Semua yang Haram dan Kotor itu Najis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua yang haram itu najis. Contohnya, emas haram dipakai oleh kaum lelaki, tapi emas itu tidak najis. Dan juga tidak semua yang kotor itu najis, misalnya ingus dan ludah itu kotor, tapi tidak najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada asalnya, segala sesuatu adalah mubah dan suci, oleh karena itu untuk menghukumi najis atau tidaknya sesuatu, maka haruslah membawa dalil yang kuat. Maka, tidak boleh mengatakan najis untuk sesuatu kecuali dengan mengemukakan hujjah. Dan inilah pendapat yang kuat. (Al-Wajiiz, hal. 57 dan Ensiklopedi Tarjih, hal. 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca lanjutan penjelasan tentang najis ini, besok insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan redaksi:&lt;br /&gt;Artikel ini merupakan potongan dari satu artikel yang membahas khusus tentang najis. Namun, agar tidak terasa memberatkan para pembaca muslimah, kami berinisiatif untuk memecahnya menjadi beberapa artikel. Dan insya Allah akan kami publikasikan secara harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun: Ummu Sufyan Rahmawaty Woly bintu Muhammad&lt;br /&gt;Muroja’ah: Ust. Aris Munandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Copas By http://muslimah.or.id/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-4754684417232923210?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/4754684417232923210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/yaa-ukhtiy-ikhwan-juga-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/4754684417232923210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/4754684417232923210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/yaa-ukhtiy-ikhwan-juga-manusia.html' title='Yaa Ukhtiy... Ikhwan Juga Manusia...'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-_GbycjFHI/AAAAAAAAACs/gLSh8oPGauc/s72-c/s.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-3424016444093165883</id><published>2010-05-16T03:04:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T03:09:49.299-07:00</updated><title type='text'>IBLIS TERPAKSA JUJUR PADA ROSULULLAH SAW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-_EXVPh4NI/AAAAAAAAACc/cg1OWl_OcXU/s1600/tt.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 96px; height: 91px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-_EXVPh4NI/AAAAAAAAACc/cg1OWl_OcXU/s200/tt.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471807977396756690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba – tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? sebab kalian akan membutuhkanku. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda:”Tahukah kalian siapa yang memanggil?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi menahannya:”Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapa 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad,… . salam untukmu para hadirin…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang memaksamu? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”&lt;br /&gt;oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OrangYang Dibenci Iblis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis segera menjawab: ” Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa selanjutnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”&lt;br /&gt;“lalu siapa lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Lalu siapa lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orangyang selalu bersuci.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”&lt;br /&gt;“apa tanda kesabarannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selanjutnya apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang kaya yang bersyukur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa tanda kesyukurannya ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Umar bin Khattab?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Usman bin Affan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ali bin Abi Thalib?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku merasa panas dingin dan gemetar. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Kenapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika seorang umatku berpuasa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Jika ia berhaji?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Aku seperti orang gila. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika ia membaca al-Quran?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Jika ia bersedekah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mengapa bisa begitu? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“suara kuda perang di jalan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“taubat orang yang bertaubat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” apa yang dapat membakar hatimu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” istighfar di waktu siang dan malam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sedekah yang diam – diam. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang dapat menusuk matamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Shalat fajar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang dapat memukul kepalamu? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Shalat berjamaah .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang paling mengganggumu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Majelis para ulama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” bagaimana cara makanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dengan tangan kiri dan jariku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“di bawah kuku manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Yang Menjadi Teman Iblis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemakan riba.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa sahabatmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pezina.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa teman tidurmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemabuk..”&lt;br /&gt;“Siapa tamumu? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pencuri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa utusanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tukang sihir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang membuatmu gembira?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bersumpah dengan cerai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Siapa kekasihmu? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Orangyang meninggalkan shalat jumaat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IblisTidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis segera menimpali:” tidak , tidak… tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis Dibantu oleh 70.000 anak – anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang – orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya anak ynag suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaithan juga berkata,”keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka, anak – anakku seleu meyusup dan berubah ari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Iblis Menggoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah mahluk pertama yang berdusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.&lt;br /&gt;Tahukah kau Muhammad?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah dusta adalah kegemaranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghibah(gosip) dan Namimah(Adu domba) kesenanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian palsu kegembiraanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hnaya karena satu kalimat, CERAI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ‘shalatmu tidak sah’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan iapun semakin taat padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan apa untukmu, sedanga aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?” “10 macam”"apa saja?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, “berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. akujuga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, “Orang – orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjawab, “silahkan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis berkata : “wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW lalu membaca ayat :”mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT ” (QS Hud :118 – 119) juga membaca, ” Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis lalu berkata: ” wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin pendudk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk – mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-3424016444093165883?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/3424016444093165883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/iblis-terpaksa-jujur-pada-rosulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/3424016444093165883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/3424016444093165883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/iblis-terpaksa-jujur-pada-rosulullah.html' title='IBLIS TERPAKSA JUJUR PADA ROSULULLAH SAW'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-_EXVPh4NI/AAAAAAAAACc/cg1OWl_OcXU/s72-c/tt.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-440475937579313975</id><published>2010-05-15T04:48:00.000-07:00</published><updated>2010-05-15T04:50:22.101-07:00</updated><title type='text'>ya Allah kuatkanlah aku............</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-6Kb7T-QyI/AAAAAAAAACU/gi8L9dKIWOw/s1600/6.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 101px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-6Kb7T-QyI/AAAAAAAAACU/gi8L9dKIWOw/s200/6.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471462809684296482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Seandainya telah Engkau catatkan&lt;br /&gt;dia akan mejadi teman menapaki hidup&lt;br /&gt;Satukanlah hatinya dengan hatiku&lt;br /&gt;Titipkanlah kebahagiaan diantara kami&lt;br /&gt;Agar kemesraan itu abadi&lt;br /&gt;Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi&lt;br /&gt;Seiringkanlah kami melayari hidup ini&lt;br /&gt;Ke tepian yang sejahtera dan abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ya Allah...&lt;br /&gt;Seandainya telah Engkau takdirkan...&lt;br /&gt;...Dia bukan milikku&lt;br /&gt;Bawalah ia jauh dari pandanganku&lt;br /&gt;Luputkanlah ia dari ingatanku&lt;br /&gt;Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan peliharalah aku dari kekecewaan&lt;br /&gt;Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...&lt;br /&gt;Berikanlah aku kekuatan&lt;br /&gt;Melontar bayangannya jauh ke dada langit&lt;br /&gt;Hilang bersama senja nan merah&lt;br /&gt;Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ya Allah yang tercinta...&lt;br /&gt;Gantikanlah yang telah hilang&lt;br /&gt;Tumbuhkanlah kembali yang telah patah&lt;br /&gt;Walaupun tidak sama dengan dirinya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah ya Tuhanku...&lt;br /&gt;Pasrahkanlah aku dengan takdirMu&lt;br /&gt;Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan&lt;br /&gt;Adalah yang terbaik buatku&lt;br /&gt;Karena Engkau Maha Mengetahui&lt;br /&gt;Segala yang terbaik buat hambaMu ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku&lt;br /&gt;Di dunia dan di akhirat&lt;br /&gt;Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------&lt;br /&gt;Jangan Engkau biarkan aku sendirian&lt;br /&gt;Di dunia ini maupun di akhirat&lt;br /&gt;----------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran&lt;br /&gt;Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman&lt;br /&gt;Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup&lt;br /&gt;Ke jalan yang Engkau ridhai&lt;br /&gt;Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin... Ya Rabbal 'Alamin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-440475937579313975?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/440475937579313975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/ya-allah-kuatkanlah-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/440475937579313975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/440475937579313975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/ya-allah-kuatkanlah-aku.html' title='ya Allah kuatkanlah aku............'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-6Kb7T-QyI/AAAAAAAAACU/gi8L9dKIWOw/s72-c/6.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-4589652822243943041</id><published>2010-05-13T06:25:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T06:27:52.691-07:00</updated><title type='text'>Emang Akhwat Bisa Jatuh Cinta?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-v-IRY2adI/AAAAAAAAACM/tzHxNkpyTZ8/s1600/7.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 104px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-v-IRY2adI/AAAAAAAAACM/tzHxNkpyTZ8/s200/7.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470745590431640018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wah, ngomongin tentang cinta. Akhwat?!Jatuh cinta?! Emang bisa?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Woi, woi, akhwat juga manusia, akhwat juga bisa jatuh cinta, seakhwatnya akhwat juga punya rasa cinta, benci, suka, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nih, salah satu contoh percakapan dua orang akhwat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nayla: “ras, mau nanya donk!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras: “nanya apa?!“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nayla: “tapi, kamu jawab yang jujur ya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras: “iya, emang apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nayla: “kamu pernah jatuh cinta ga?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras terdiam cukup lama. Sambil berjalan di gang yang tak begitu lebar, Laras menanyakan pada dirinya sendiri: ”Pernahkah aku jatuh cinta?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nayla yang berjalan di depan Laras memperlambat langkah agar mereka bisa berjalan sejajar dan Nayla menunggu jawaban dari Laras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras: “iya, pasti-lah pernah!” (bohong, jika ada yang mengatakan tidak pernah jatuh cinta, pikir Laras)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nayla: “sama ikhwan?! Baru-baru ini?! (Nayla hanya memastikan bahwa sahabatnya itu pernah jatuh cinta dengan ikhwan; akhwat jatuh cinta sama ikhwan!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras: “emmm, mungkin lebih tepatnya kagum! Ya, kagum! Hanya sebatas itu.” (Laras mengoreksi jawabannya. Laras pikir selama ini rasa itu hanya sebatas rasa kagum, gak lebih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nayla: “yup! Lebih tepatnya kagum! Aku kira orang kayak kamu gak bisa jatuh cinta!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras: “loh, kenapa kamu mikir kayak gitu?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nayla: “ya, akhwat kayak kamu itu kayaknya gak mungkin punya perasaan apa-apa sama ikhwan, gak mungkin jatuh cinta. Kamu itu kalem, pendiem, berwibawa banget. Ya gak mungkin-lah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras: “Tapi, nyatanya, aku bisa kagum juga kan sama ikhwan?! Itu mah fitrah kali!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup! Yang namanya kagum, apalagi kagum antar lawan jenis, hal itu mah wajar-wajar aja. Yang gak wajar itu, kalo rasa kagum yang ada pada diri kita malah membuat kita melakukan hal-hal yang gak sepantasnya dilakukan (apaan tuh?!), apalagi oleh ikhwan akhwat loh. Berat euy sandangan ikhwan akhwat itu. Yang ada di pikiran kebanyakan orang nih, yang namanya ikhwan akhwat itu gak nganut yang namanya pacaran. Ikhwan akhwat lebih nganut system ta’aruf sebelum nikah. Gaya pacaran ikhwan akhwat, ya setelah mereka nikah nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nih, bukti kalo orang umumnya udah nganggap ikhwan akhwat gak nganut system pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela praktikum ada sebuah kelompok yang isinya perempuan semuanya bahkan asisten laboratoriumnya (aslab) juga perempuan. Saat menunggu campuran di refluks, yang namanya perempuan kalo lagi gak ada kerjaan pasti ngobrol-ngobrol. Nah, di saat-saat menunggu itulah, terjadi sebuah obrolan di antara kelompok itu bersama aslab-nya. Dan yang diomongin sama perempuan ya gak jauh dari laki-laki. Mereka membicarakan tentang pacar mereka satu persatu. Di kelompok tersebut ada seorang akhwat. Nah, ketika semuanya telah bergiliran menceritakan tentang pacarnya, tinggal si akhwat inilah yang belum bercerita. Kemudian akhwat ini bertanya: “Kok pada gak nanyain aku sih?”, dengan gaya sok lugunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang aslab-pun langsung spontan menjawab: “kalo kamu mah gak usah ditanyain, nanti juga tiba-tiba undangan nyampe di tanganku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, itulah pandangan orang pada umumnya tentang ikhwan akhwat yang gak nganut system pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana sebenarnya kondisi interaksi ikhwan akhwat itu sendiri?! Apakah seperti yang di duga kebanyakan orang pada umumnya?! Akankah interaksi yang dilihat selama ini di luaran sama seperti yang aslinya?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang memperhatikan bahwa ikhwan akhwat itu sangat menjaga dalam berinteraksi. Namun terkadang, ikhwan akhwat juga bisa khilaf. Loh kok khilaf?! Maksudnya apa?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal-hal yang terkadang sulit dilakukan ikhwan akhwat untuk menjaga interaksi itu. Misalnya nih, pada saat praktikum, akan banyak kemungkinan bagi ikhwan akhwat untuk bersentuhan. Eits, bersentuhan di sini bukan karena di sengaja loh, tapi memang kondisi praktikum yang membuatnya bisa seperti itu. Interaksi seperti ini mungkin masih bisa diwajarkan jika memang tidak bisa dihindari lagi. Tapi kalo masih bisa dihindari, ya di minimalisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi misalnya, ketika ikhwan akhwat berkecimpung di sebuah organisasi. Entah itu organisasi seperti BEM atau Musholla sekalipun. Adakalanya ketika berinteraksi di BEM misalnya, terkadang sulit untuk menundukkan pandangan atau tidak bercanda secara berlebihan. Hal ini mungkin masih bisa dimaklumi karena kondisinya yang cukup heterogen. Kalo kata seseorang: “ya, jangan kaku-kaku amat!” Tapi, kalo kondisinya lebih banyak orang yang paham akan batasan interaksi, apakah itu diwajarkan?! Dijawab sendiri ya sama diri masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun akhirnya bukan pembenaran yang muncul dengan kondisi seperti itu. Ikhwan akhwat tetap harus menjaga interaksi. Atau kalaupun akhirnya memang tidak bisa dihindari untuk 'mencair', ya sudah lakukanlah interaksi itu sewajarnya. Ikhwan akhwat aktivis da’wah biasanya punya system pengentalan tersendiri. Tiap orang punya cara yang berbeda untuk ‘mengentalkan’ dirinya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, Rama, seorang aktivis BEM, yang setiap melakukan 'pencairan' dan dia tersadar bahwa dirinya telah melakukan hal 'pencairan' tersebut, dia pun langsung ke sebuah ruangan, shalat dua rakaat. Temannya, Beno, yang melihat hal itu terus menerus heran. Kenapa heran?! Karena waktu itu bukan termasuk waktu dhuha, lantas Rama itu shalat apa? Dengan rasa penasaran Beno pun bertanya kepada Rama yang baru selesai shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhi, ini kan bukan waktu dhuha, dan tempat ini juga bukan masjid, antum shalat apa, dua rakaat? Dhuha bukan, tahiyatul masjid juga bukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhi, sesungguhnya tadi kita telah melakukan 'pencairan', maka ana melakukan pengentalan diri ana dengan shalat sunnah dua rakaat. Agar diri ini tidak melakukan pembenaran atas apa yang barusan kita lakukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tiap orang punya mekanisme pengentalan tersendiri. Ibarat suatu fluida, jika dia berada di tempat yang sempit atau berada di suatu pipa yang diameternya kecil, maka untuk dapat melewati itu, dia perlu mengurangi kekentalannya, sehingga fluida itupun dapat mengalir dengan lancar. Namun jika memang fluida itu telah berada di pipa dengan diameter yang lebih besar, maka kekentalannya perlu dikembalikan seperti semula agar mengalirnya fluida itu tetap konstan seperti aliran sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, ikhwan akhwat yang berkecimpung di Musholla pun tak terlepas dari hal ini. Kadang, walupun interaksi di batasi dengan hijab pandangan, hijab hati belum tentu bisa di jamin. Ingat dulu yuk, firman Allah: “Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati” (QS 64:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat! Apa yang tersembunyi dalam hati kita, Allah juga akan mengetahuinya. Bisa saja kelihatan dari luar, interaksi ikhwan akhwat biasa-biasa saja, namun ternyata di balik hatinya atau di balik hijab itu ada ‘sesuatu’ yang aneh dengan interaksi itu. Ya, semoga kita bukan termasuk ke dalamnya. Kalaupun sudah terlanjur berbuat seperti itu maka marilah kita sama-sama mengazamkan dalam diri untuk menjaga interaksi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kasus juga ikhwan yang curhat ke akhwat ataupun sebaliknya. Misalnya saling menganggap saudara sehingga dalam berinteraksi ya layaknya saudara kandung. Memang betul sih, bahwa persaudaraan yang dibangun ‘di sini’ atas dasar keimanan bukan pertalian darah. Walaupun hanya menjadikan tempat curhat dan gak lebih dari sekedar saudara, tapi sebaiknya tetap berhati-hati karena masalah hati gak ada yang tau. Tetap saja, itu bukan mahramnya kalaupun toh mau berakrab-akrab ria. Bisa aja hari ini curhat-curhatan, eh besoknya mulai timbul ‘rasa’ yang berbeda. Curhat berduaan akan menimbulkan kedekatan, lalu ikatan hati, kemudian dapat menimbulkan permainan hati yang bisa menganggu da’wah. Apalagi bila yang dicurhatkan tidak ada sangkut pautnya dengan da’wah. Atau bisa saja si ikhwan menganggap si akhwat sebagai saudara biasa, tapi ternyata si akhwat malah punya pandangan yang berbeda, begitupun sebaliknya. Yang lebih parah lagi nih, kalo orang-orang yang belum paham melihat hal itu, bisa-bisa mereka jadi illfeel sama ikhwan-akhwat. Atau terkadang, orang yang sudah paham pun malah menanggap hal yang nggak-nggak terjadi di antara interaksi itu, VMJ (Virus Merah Jambu), padahal mah tuh ikhwan dan tuh akhwat gak punya perasaan apa-apa, cuma sebatas saudara atau teman biasa. Mungkin ada benarnya juga kalo kita sebaiknya menjaga interaksi dengan lawan jenis, gak hanya berlaku terhadap ikhwan akhwat aja loh. Lebih baik menjaga bukan daripada terjadi fitnah?! Kalo mau curhat, ya utamakan sesama jenis dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ada satu cerita yang menarik di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ikhwan, sebut saja Hendy yang curhat ke akhwat, sebut saja Mila, melalui SMS. Mereka beraktivitas dalam satu organisasi dan keduanya bisa di bilang aktivis da’wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendy: “Assalamu’alaykum. Mila, ana merasa bersalah banget neh sama masalah yang kemarin. Itu semua gara-gara ana. Ana tuh sampe gak bisa tidur mikirin masalah itu. Bawaannya grasak-grusuk mlulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mila gak langsung membalas sms itu. Dia meng-sms Leo yang memang dekat dengan Hendy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mila: “Assalamu’alaykum. Leo, tolong hibur Hendy ya, kayaknya dia masih kepikiran sama masalah yang kemarin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mila meminta Leo untuk menghibur Hendy karena Mila tau bahwa Leo adalah teman dekat Hendy dan Leo tau masalah yang Hendy hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leo: “Masalah yang mana? Ana barusan mabit bareng Hendy, tapi dia ga cerita apa-apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mila: “Masalah yang itu bla, bla, bla.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mila menjelaskan masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leo: “Ok. Nanti ana coba ngomong ke Hendy.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang begitulah seharusnya ketika ada seorang ikhwan ataupun akhwat yang curhat ke lawan jenisnya, maka tempat yang di curhatin itu seharusnya mengarahkan seseorang, ke sesama jenis, yang merupakan teman dekatnya sehingga si ikhwan ataupun akhwat bisa di tangani langsung tanpa lintas gender. Hal itu lebih menjaga bukan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu cerita lagi tentang ikhwan akhwat yang jarang sekali berinteraksi, namun ternyata keduanya sepertinya ‘klop’. Mereka menyadari hal itu. Si ikhwan punya perasaan sama akhwat, begitupun sebaliknya: masing-masing saling tahu, tanpa harus di nyatakan. Waktu terus berjalan, mereka pun saling memendam perasaan itu hingga akhir bangku perkuliahan usai. Hingga akhirnya, ada yang mengkhitbah si akhwat. Si akhwat pun meminta ijin kepada si ikhwan (aneh!): betapa sakit hati si ikhwan begitu mengetahui si akhwat akan di khitbah ikhwan lain. Akhirnya, akhwat itu pun tetap melangsungkan pernikahan dan membiarkan si ikhwan dalam kesakithatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, miris sekali ya. Padahal perasaan yang muncul di antara ikhwan akhwat itu tanpa interaksi yang intens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, yang terpenting adalah kita saling menasehati dengan cara yang terbaik. Kalau ikhwan yang melampaui batas kepada akhwat, akhwatnya harus tegas, demikian pula sebaliknya. Sesama ikhwan dan sesama akhwat juga harus ada yang saling mengingatkan dengan tegas. Ingat! tegas bukan berarti harus marah-marah karena kita tentunya tahu bahwa tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Semua manusia tak luput dari yang namanya khilaf. Jika memang mengaku bahwa kita bersaudara, maka ingatkanlah! Tegurlah! Jangan biarkan saudara kita terjerembab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan cinta, sekali lagi diingatkan bahwa akhwat juga bisa jatuh cinta,, ikhwan juga bisa jatuh cinta. Se-ikhwah-ikhwahnya ikhwah, mereka juga manusia yang punya rasa cinta, kagum, suka, dan benci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bukanlah tujuan&lt;br /&gt;Cinta adalah sarana untuk menggapai tujuan&lt;br /&gt;Jangan kau sibuk mencari definisi dan makna cinta&lt;br /&gt;Namun kau lalai terhadap Dzat yang menganugrahkan cinta&lt;br /&gt;Dzat yang menumbuhsuburkan rasa cinta&lt;br /&gt;Dzat yang memberikan kekuatan cinta&lt;br /&gt;Dzat yang paling layak dicintai Allah, Sang Pemilik Cinta&lt;br /&gt;Cinta memang tak kenal warna&lt;br /&gt;Cinta tak kenal baik buruk&lt;br /&gt;Cinta tak kenal rupa dan pertalian darah&lt;br /&gt;Memang begitulah adanya&lt;br /&gt;Karena yang mengenal baik buruk, warna dan rupa&lt;br /&gt;Adalah sang pelaku cinta yang menggunakan akal pikirannya&lt;br /&gt;Cinta bukanlah kata benda&lt;br /&gt;Cinta adalah kata kerja&lt;br /&gt;Cinta bukan sesuatu tanpa proses&lt;br /&gt;Cinta itu butuh proses&lt;br /&gt;Jangan mau kau terjatuh dalam cinta&lt;br /&gt;Namun, bangunlah cinta itu&lt;br /&gt;Bangunlah cinta dengan keimanan&lt;br /&gt;Maka kau akan mengorbankan apa saja&lt;br /&gt;Demi meraih keridhaan Sang Pemilik Cinta&lt;br /&gt;Bangunlah cinta dengan ketakwaan&lt;br /&gt;Maka kau tak kan gundah gulana&lt;br /&gt;Ketika kehilangan cinta duniawi&lt;br /&gt;Karna kau yakin Yang kau cari adalah cinta dan ridha Allah&lt;br /&gt;Bukan cinta yang sementara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Lhinblue&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-4589652822243943041?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/4589652822243943041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/emang-akhwat-bisa-jatuh-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/4589652822243943041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/4589652822243943041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/emang-akhwat-bisa-jatuh-cinta.html' title='Emang Akhwat Bisa Jatuh Cinta?'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-v-IRY2adI/AAAAAAAAACM/tzHxNkpyTZ8/s72-c/7.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-3742603321313092671</id><published>2010-05-13T05:55:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T06:00:56.944-07:00</updated><title type='text'>Surat Cinta Dari Yang Maha Kuasa, RENUNGKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-v364-oOEI/AAAAAAAAACE/han7lMj_x28/s1600/q.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 107px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-v364-oOEI/AAAAAAAAACE/han7lMj_x28/s200/q.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470738763471140930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Engkau bangun AKU tahu, engkau mandi AKU tahu, engkau&lt;br /&gt;makan AKU tahu, engkau kerja AKU tahu, engkau tidur&lt;br /&gt;AKU tahu, sampai engkau matipun AKU tahu.. tapi selama hidupmu apakah engkau mau tahu kalau AKU SELALU TAHU ?&lt;br /&gt;Surat CINTA dari Allah SWT&lt;br /&gt;Saat kau bangun pagi hari,AKU memandangmu dan&lt;br /&gt;berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun hanya&lt;br /&gt;sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin ...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas&lt;br /&gt;menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU Melihat engkau menggerakkan kakimu..&lt;br /&gt;AKU berfikir engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke&lt;br /&gt;telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU melihatmu&lt;br /&gt;ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan&lt;br /&gt;sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling,&lt;br /&gt;mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU,&lt;br /&gt;itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan,&lt;br /&gt;tetapi engkau tidak melakukannya ............ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap&lt;br /&gt;engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang&lt;br /&gt;kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan..&lt;br /&gt;Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg ditampilkan.&lt;br /&gt;Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU .........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu. AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.&lt;br /&gt;AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.. AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau syukur dari hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya ...... engkau bangun kembali&lt;br /&gt;dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini&lt;br /&gt;kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU ........ Tapi yang KU&lt;br /&gt;tunggu ........ tak kunjung tiba ........ tak juga kau menyapaKU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh....... . Dzuhur .......&lt;br /&gt;Ashyar .......... Magrib&lt;br /&gt;.......... Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU .....&lt;br /&gt;tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a,dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU&lt;br /&gt;..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa salahKU padamu ...... wahai UmmatKU????? Rizki yang KU&lt;br /&gt;limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta yang KU relakan,&lt;br /&gt;makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU ............ . !!!!!!!&lt;br /&gt;Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap&lt;br /&gt;suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon perlindungan KU,&lt;br /&gt;bersujud menghadap KU ...... Yang selalu menyertaimu setiap saat&lt;br /&gt;............ ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Slalu&lt;br /&gt;Mengasihimu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: apakah kau memiliki cukup waktu untuk mengirimkan/mengenalkan blog/surat ini kepada orang lain yang kau sayangi??? Untuk mengingatkan mereka bahwa segala&lt;br /&gt;apapun yang kita terima hingga saat ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;datangnya&lt;br /&gt;hanya dari ALLAH semata."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-3742603321313092671?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/3742603321313092671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/surat-cinta-dari-yang-maha-kuasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/3742603321313092671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/3742603321313092671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/surat-cinta-dari-yang-maha-kuasa.html' title='Surat Cinta Dari Yang Maha Kuasa, RENUNGKAN'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-v364-oOEI/AAAAAAAAACE/han7lMj_x28/s72-c/q.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-207300412294670351</id><published>2010-05-13T05:40:00.001-07:00</published><updated>2010-05-13T05:46:06.951-07:00</updated><title type='text'>Bukankah Kita Tidak Sempurna!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-vzpe5sfpI/AAAAAAAAAB8/BRc5LVx1u0I/s1600/16744_1197194421514_1578092914_489822_3283216_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-vzpe5sfpI/AAAAAAAAAB8/BRc5LVx1u0I/s200/16744_1197194421514_1578092914_489822_3283216_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470734066366840466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun yang lalu, Aku berdoa kepada Tuhan untuk memberikan pasangan hidup, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab. Tidak hanya Aku meminta kepada Tuhan, Aku menjelaskan kriteria pasangan yang kuinginkan. Aku menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Aku bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini kuimpikan. Sejalan dengan berlalunya waktu, Aku menambahkan daftar kriteria yang kuinginkan dalam pasanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hatiku," Hamba-Ku, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan. " Aku bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia menjawab, " Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar." " Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak&lt;br /&gt;mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dari-Mu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah adil bagi-Ku untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ia berkata kepadaku, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama&lt;br /&gt;ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat tumbuh bersamamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://renungan-indah.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-207300412294670351?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/207300412294670351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/bukankah-kita-tidak-sempurna_13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/207300412294670351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/207300412294670351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/bukankah-kita-tidak-sempurna_13.html' title='Bukankah Kita Tidak Sempurna!'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-vzpe5sfpI/AAAAAAAAAB8/BRc5LVx1u0I/s72-c/16744_1197194421514_1578092914_489822_3283216_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-1762323814967254503</id><published>2010-05-12T18:40:00.001-07:00</published><updated>2010-05-12T18:41:48.490-07:00</updated><title type='text'>Akhwat Sejati, Idaman Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-tYzcgOrXI/AAAAAAAAABs/fgbWhjFB4dY/s1600/16744_1197194501516_1578092914_489824_6132867_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 124px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-tYzcgOrXI/AAAAAAAAABs/fgbWhjFB4dY/s200/16744_1197194501516_1578092914_489824_6132867_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470563813219544434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang akhwat sejati bukanlah di lihat dari kecantikan paras wajahnya, tapi di lihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan di lihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tapi di lihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan, tapi dari keikhlasan ia memberi kebaikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan di lihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tapi dari apa yang sering mulutnya bicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan di lihat dari keahliannya berbahasa, tapi di lihat dari bagaimana caranya ia berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan di lihat dari keberaniannya dalam berpakaian, tapi di lihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan di lihat dari ke khawatirannya di goda orang di jalan, tapi  di lihat dari ke khawatiran dirinya yang mengundang orang jadi tergoda .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan di lihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tapi di lihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan di lihat dari supelnya ia dalam bergaul, tapi di lihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-1762323814967254503?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/1762323814967254503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/akhwat-sejati-idaman-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/1762323814967254503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/1762323814967254503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/akhwat-sejati-idaman-hati.html' title='Akhwat Sejati, Idaman Hati'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S-tYzcgOrXI/AAAAAAAAABs/fgbWhjFB4dY/s72-c/16744_1197194501516_1578092914_489824_6132867_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-9084020753597132726</id><published>2010-05-12T16:24:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T16:25:09.685-07:00</updated><title type='text'>♥ ♥ ♥ Bila Aku Jatuh Cinta ♥ ♥ ♥</title><content type='html'>Allahu Rabbi aku minta izin Bila suatu saat aku jatuh cinta Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang Hingga membuat lalai akan adanya Engkau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rabbi Aku punya pinta Bila suatu saat aku jatuh cinta Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas Biar rasaku pada-Mu tetap utuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rabbi Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengankasih-Mu dan membuatku semakin mengagumi-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rabbi Bila suatu saat aku jatuh hati Pertemukanlah kami Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rabbi Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku Anugerahkanlah aku cinta-Mu... Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amiiin... !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-9084020753597132726?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/9084020753597132726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/bila-aku-jatuh-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/9084020753597132726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/9084020753597132726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/bila-aku-jatuh-cinta.html' title='♥ ♥ ♥ Bila Aku Jatuh Cinta ♥ ♥ ♥'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-1618257016659881666</id><published>2010-05-12T16:04:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T16:07:56.217-07:00</updated><title type='text'>Apakah dia Jodohku? Seorang akhwat yang ada di doaku?</title><content type='html'>Yaa……Rabbi……..&lt;br /&gt;Aku berdoa untuk seorang akhwat yang akan menjadi bagian dari hidupku&lt;br /&gt;Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu&lt;br /&gt;Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam&lt;br /&gt;Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting&lt;br /&gt;Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau&lt;br /&gt;Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya&lt;br /&gt;Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup&lt;br /&gt;Sehingga hidupnya tidak sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas&lt;br /&gt;Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku&lt;br /&gt;Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku&lt;br /&gt;Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi&lt;br /&gt;Seseorang yang membuatku merasa sebagai lelaki shalehah ketika aku berada di sisinya&lt;br /&gt;Seseorang yang bisa menjadi asisten sang nahkoda kapal&lt;br /&gt;Seseorang yang bisa menjadi penuntun kenakalan balita yang nakal&lt;br /&gt;Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa&lt;br /&gt;Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku lancang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya..Rabbi……&lt;br /&gt;Aku tak meminta seseorang yang sempurna&lt;br /&gt;Hingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu&lt;br /&gt;Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya&lt;br /&gt;Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya&lt;br /&gt;Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya&lt;br /&gt;Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mengharap dia semulia Fatimah Radhiyallahuanha, tidak setaqwa Aisyah Radhiyallahuanha ,Pun tidak secantik Zainab Radhiyallahuanha, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha.&lt;br /&gt;Aku hanya mengharap seorang akhwat akhir zaman,&lt;br /&gt;Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,&lt;br /&gt;Membangun keturunan yang sholeh,&lt;br /&gt;Membangun peradaban,&lt;br /&gt;dan membuat Rasulullah shallahu’alaihiwasalam bangga di akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku sadar aku bukanlah&lt;br /&gt;orang yang semulia abu baker Radhiyallahu,&lt;br /&gt;Atau setaqwa umar Radhiyallahu, pun setabah Ustman Radhiyallahu,&lt;br /&gt;Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf Radhiyallahu, setegar zaid Radhiyallahu&lt;br /&gt;Juga segagah Ali Radhiyallahu, apalagi setampan usamah Radhiyallahu.&lt;br /&gt;Aku hanyalah seorang lelaki akhir zaman&lt;br /&gt;yang punya cita – cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya…..Rabbii …….&lt;br /&gt;Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku&lt;br /&gt;Buatlah aku menjadi ikhwan yang dapat membuatnya bangga&lt;br /&gt;Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya&lt;br /&gt;Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya&lt;br /&gt;Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,&lt;br /&gt;Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kokohnya benteng tidak bisa dibangun dalam semalam, namun bisa hancur dalam sedetik&lt;br /&gt;Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja terberai dalam sesaat&lt;br /&gt;Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan&lt;br /&gt;Tapi awal sebuah langkah&lt;br /&gt;Karenanya, jadikanlah kelak pernikahan kami sebagai titian&lt;br /&gt;Untuk belajar kesabaran &amp; ridho-Mu, ya Rabbi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:&lt;br /&gt;” Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang&lt;br /&gt;dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat&lt;br /&gt;Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah, Wallahu’alam bisshowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ikhwan yang membutuhkan ampunan Allah azzawajalla, dan mengharapkan doaku dikabulkanNYA untuk mendapatkan istri yang sholehah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber by pencinta_tarbiah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-1618257016659881666?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/1618257016659881666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/apakah-dia-jodohku-seorang-akhwat-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/1618257016659881666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/1618257016659881666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/apakah-dia-jodohku-seorang-akhwat-yang.html' title='Apakah dia Jodohku? Seorang akhwat yang ada di doaku?'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-6741363678016224895</id><published>2010-05-12T15:37:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T15:39:13.207-07:00</updated><title type='text'>Ketika akhwat jatuh cinta...</title><content type='html'>Akhwat jatuh cinta..&lt;br /&gt;Tak ada y aneh, mrk jg adalah manusia.&lt;br /&gt;Bukankah cinta adalah fitrah manusia?&lt;br /&gt;Tak pantaskah akhwat jatuh cinta?&lt;br /&gt;Mereka jg punya hati dan rasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya?&lt;br /&gt;Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu d wajah, tak ada buncah suka d dada..&lt;br /&gt;Namun sebaliknya..&lt;br /&gt;Ketika akhwat jatuh cinta..&lt;br /&gt;Y mereka rasakan adalah penyesalan y amat sangat, atas sbuah hijab y tersingkap.&lt;br /&gt;Ketika lelaki y tak halal baginya, bergelayut dlm alam fikirx, y mrk rasakan adalah ketakutan y bgt besar akan cinta y tak suci lg..&lt;br /&gt;Ketika rasa rindu mulai merekah d hatinya, y mereka rasakan adalah kesedihan y tak terperih akan sbuah asa y tak semestinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu..&lt;br /&gt;Yang ada adalah malam2 y d penuhi air mata penyesalan atas cintaNya y ternodai..&lt;br /&gt;Yg ada adalah kegelisahan, krn rasa y salah arah..&lt;br /&gt;Yg ada adalah penderitaan akan hati y mulai sakit..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akhwat jatuh cinta..&lt;br /&gt;Bukan harapan u btemu y mrk nantikan, tapi y ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dr org tsb.&lt;br /&gt;Tak ada kata2 cinta, dan rayu.. Y ada adalah kehawatiran y amat sangat akan hati y mulai merindukan lelaki y blm halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya..&lt;br /&gt;Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan d hatinya y tak mampu lg memberix ketenangan d wajahnya y dulu teduh..&lt;br /&gt;Mrk akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya.. Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mrk lakux..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangka kasihannya jika akhwat jatuh cinta.. Krn y ada adalah penderitaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ukhti.. Bersabarlah.. Jadikan ini ujian dr Rabbmu..&lt;br /&gt;Matikan rasa itu secepatnya..&lt;br /&gt;Pasang tembok pembatas antara kau dan dia..&lt;br /&gt;Pasang duri dlm hatimu agar rasa itu tak tumbuh bersemai..&lt;br /&gt;Cuci dgn air mata penyesalan akan hijab y tersingkap..&lt;br /&gt;Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah padaNya..&lt;br /&gt;Pupusx rasa rindu padanya dan kembalikan dlm hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti.. Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya.. Krn bila memang kalian d takdirkan bersama, maka tak akan ada y dpt mencegah kalian bersatu..&lt;br /&gt;Tp ketahuilah, bgm pun usaha kalian u bersatu, jika Allah tak menghendakix, maka tak akan pernah kalian bersatu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti.. Bersabarlah.. Biarkan Allah y mengaturnya.. Maka yakinlah.. Semuanya akan baik-baik saja..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-6741363678016224895?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/6741363678016224895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/ketika-akhwat-jatuh-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/6741363678016224895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/6741363678016224895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/ketika-akhwat-jatuh-cinta.html' title='Ketika akhwat jatuh cinta...'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-7581991257021786091</id><published>2010-05-10T03:57:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T03:58:49.189-07:00</updated><title type='text'>*Di Kaca Bening*</title><content type='html'>Di kaca bening&lt;br /&gt;Ku lihat bayangan tipis&lt;br /&gt;Tersenyum&lt;br /&gt;Menatapku pedih&lt;br /&gt;Kepada siapakah kau meratap?&lt;br /&gt;Akupun tak tahu&lt;br /&gt;Membalasmu dengan senyum pengertian&lt;br /&gt;Mungkinkah kau menatapku?&lt;br /&gt;Ataukah&lt;br /&gt;Kau melihat pada noktah noda yang membeku&lt;br /&gt;Mengering bersamaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kaca bening&lt;br /&gt;Semburat fatamorgana&lt;br /&gt;Wajah, tubuh, laku terpancar&lt;br /&gt;Adakah aku di sana?&lt;br /&gt;Ataukah kau hanya melumutiku dengan cacimu&lt;br /&gt;Menyakitkan&lt;br /&gt;Bertanda&lt;br /&gt;Aku tak bisa lebih darimu&lt;br /&gt;Dari bayanganku sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kaca bening&lt;br /&gt;Boneka rapuh di ambang harapnya&lt;br /&gt;Kaupun mencibirku&lt;br /&gt;Sepertinya&lt;br /&gt;Aku tak punya selaksa jawaban untukmu&lt;br /&gt;Padahal,&lt;br /&gt;Kau tahu&lt;br /&gt;Aku adalah kamu&lt;br /&gt;Dan kamu adalah aku&lt;br /&gt;Kita sama, sejiwa, searah&lt;br /&gt;Dalam dekapan mesra 'kemanusiaan kita'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*menyesuaikan hati dan pikiran...layaknya peperangan yang takkan pernah bisa terselesaikan...kecuali hanya padaNya kita meminta dan berusaha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-7581991257021786091?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/7581991257021786091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/di-kaca-bening.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/7581991257021786091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/7581991257021786091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/di-kaca-bening.html' title='*Di Kaca Bening*'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-2019406026994431628</id><published>2010-05-08T04:29:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T04:30:23.850-07:00</updated><title type='text'>Menanti Jodoh</title><content type='html'>aku tahu hujan hari itu masih jauh&lt;br /&gt;ketika dirimu di ujung rindu mengikatku erat&lt;br /&gt;dalam rangkaian kata-kata cinta berselimut nama Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tahu pelangi hanya kan tiba&lt;br /&gt;ketika hujan rintik menghadirkan simponi jiwa&lt;br /&gt;bersatu&lt;br /&gt;bahagia&lt;br /&gt;bersama&lt;br /&gt;dirimu di tempat yang hanya ada tawa pertengkaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jodoh&lt;br /&gt;mungkin itu namamu&lt;br /&gt;tapi,&lt;br /&gt;tak mampu ku harap lebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jodoh,&lt;br /&gt;dirimu kan selalu ku nanti&lt;br /&gt;hingga Tuhan kan bercerita dalam indahnya takdir&lt;br /&gt;pertemuan kita di surgaNya&lt;br /&gt;dunia dan akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*biarkan aku memantaskan diriku menjadi "air" agar "batu" yang ada, kan menyandungku telak&lt;br /&gt;bersemi dalam muara cinta dalam hati yang bertaut&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-2019406026994431628?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/2019406026994431628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/menanti-jodoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/2019406026994431628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/2019406026994431628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/menanti-jodoh.html' title='Menanti Jodoh'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-6552850610874839757</id><published>2010-05-01T02:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-01T02:29:42.509-07:00</updated><title type='text'>"Menikah jauh lebih baik daripada pacaran"</title><content type='html'>Pada masa penaklukan kota Makkah, orang-orang berkumpul di sekeliling ROSUL, sementara orang-orang Quraisy mendatangi Beliau dengan harapan Beliau mau memaafkan mereka, tiba-tiba Beliau melihat seorang wanita tua yang datang dari jauh. Beliau langsung meninggalkan kerumunan orang ini. Berdiri dan bercakap-cakap dengan wanita itu. Beliau kemudian ... Lihat Selengkapnyamelepaskan jubah Beliau dan menghamparkannya ke tanah. Beliau duduk dengan wanita tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda Aisyah bertanya, "Siapa wanita yang diberi kesempatan, waktu, berbicara, dan mendapat perhatian penuh Nabi Saw ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi menjawab, "Wanita ini adalah teman Khadijah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian sedang membicarakan apa, ya Rasulullah?" tanya Aisyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami baru saja membicarakan hari-hari bersama Khadijah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban Beliau ini, Aisyah pun merasa cemburu. "Apakah engkau masih mengingat wanita tua ini (Khadijah), padahal ia telah tertimbun tanah dan Allah telah memberikan ganti untukmu yang lebih baik darinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah, Allah tidak pernah menggantikan wanita yang lebih baik darinya. Ia mau menolongku di saat orang-orang mengusirku. Ia mau mempercayaiku di saat orang-orang mendustakanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah merasa bahwa Rasulullah Saw marah. "Maafkan aku, ya Rasulullah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mintalah maaf kepada Khadijah, baru aku akan memaafkanmu." (Hadits ini diriwayatkan Bukhari dari Ummul Mukminin Aisyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, apakah mungkin ada cinta seperti itu, yang dapat terus abadi setelah orang yang dicintai meninggal 14 tahun yang telah lewat ? Yupz, karena cinta ini tidak pernah didahului hubungan haram dan karena ketaatan kepada Allah menjadi dasar dalam rumah tangga ini. Rumah tangga yang selalu dihiasi dengan dzikir kepada Allah, bukan rumah yang digunakan untuk mengingat setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat kalian, sahabat muda sekalian, apakah kalian tidak ingin menjadikan rumah tangga kalian seperti ini ?. Suami membaca Al-Qur'an bersama istrinya. Betapa agungnya ketika anak-anak mereka turut serta membaca Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang waktu Shubuh tiba, si istri membangunkan suaminya untuk melaksanakan shalat Shubuh. Suami melaksanakan shalat Qiyaam al-lail 2 rakaat bersama istrinya. Seperti apa rumah ini ? Indah nian bukan ? betapa manisnya, betapa indah cinta di dalam rumah tangga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah, pasti kalian dapat menemukan segalanya berubah, cinta pun bertambah, dan Allah melimpahkan berkah-Nya kepada kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menikah jauh lebih baik daripada pacaran"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-6552850610874839757?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/6552850610874839757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/menikah-jauh-lebih-baik-daripada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/6552850610874839757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/6552850610874839757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/05/menikah-jauh-lebih-baik-daripada.html' title='&quot;Menikah jauh lebih baik daripada pacaran&quot;'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-8775831829909176915</id><published>2010-04-24T22:21:00.000-07:00</published><updated>2010-04-24T22:24:03.127-07:00</updated><title type='text'>aKu Tak Bisa Tidur Akhi ^___^</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari ini jam 0:14&lt;br /&gt;Aku tak bisa tidur. Besok aku menikah. Aku tak bisa tidur. Sekuat apapun menutup mata, aku tak bisa tidur! Jantungku berdebar kencang sekali, jadi aku tak bisa tidur. Ya, Rabb… pria itu ternyata yang kutunggu 22 tahun ini… dan besok… Insya Allah atas izin-Mu, aku… Aaahhh… aku malu… malu sekali untuk sekedar mengucapkan “sebentar lagi aku menjadi istrinya…”&lt;br /&gt;Aku berdiri, mondar – mandir gak jelas di kamar. Aku bercermin, memperhatikan wajahku sendiri yang merah merona seperti kepiting rebus. Aku malu sekali, tapi aku senang. Aku bahagia. Aku melihat gaun pengantin putih yang kugantung di lemari. Lagi – lagi aku malu sendiri. Aku menyentuh pipiku dengan kedua tanganku.&lt;br /&gt;“Istrinya Danof… Ahahahha! Belum… belum… bersabarlah sedikit, nak…” ujarku dalam hati.&lt;br /&gt;Aku memandangi refleksi diriku dalam cermin “Hey, gadis cantik dalam cermin… Hmmm… sepertinya kamu sudah pantas menjadi istrinya! Jadi… bahagiakan dia!” Ucapku dengan nada suara yang agak berat. Meniru suara Pak RT.&lt;br /&gt;“Ohoooo iyaaa… insya Allah… Pasti! Pasti berusaha!” Jawabku dengan suara normal, sambil mengacungkan jempol, sambil tersenyum. Senyum termanis seorang gadis yang malu – malu.&lt;br /&gt;“Rrrrr….. Rrrrr…. Rrrrr…” Ponselku bergetar.&lt;br /&gt;“Aih… siapa sms jam 2 pagi gini?” tanyaku sendiri sambil membuka inbox ponselku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From : Danof&lt;br /&gt;Adek… Uda gak bisa bobok… deg – deg-an… =________=&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum sendiri ketika membaca sms dari calon suamiku itu. Aku berniat membalasnya. Tapi ku urungkan. Hihihihihi… biar uda deg – deg-an sendiri panic. Ehehhehe… tapi akhirnya tanganku gatal, pingin balas sms calon suamiku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To : Danof&lt;br /&gt;Adek juga… ^_________^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai membalas sms itu aku berbaring. Kubaca sms Danof berulang – ulang. Tanpa sadar aku sudah terlelap sendiri.&lt;br /&gt;Aku merasa belum lama menutup mata. Tapi teman – temanku yang sengaja menginap dirumahku untuk mendandaniku sudah heboh mengetuk pintu. “Tuan putri, udah saatnya di dandani! Mau nikah gak sih? Kalau enggak aku gantiin nih!” Seru salah satu temanku diikuti tawa seluruh teman – temanku.&lt;br /&gt;Aku bangun. Tersenyum. Lalu membuka pintu. Teman – temanku langsung masuk berhamburan.&lt;br /&gt;“Cie… cie… nyenyak tidurnya… aih…” goda temanku.&lt;br /&gt;“Apa sih…” Jawabku tersipu malu.&lt;br /&gt;“Ayo kita rias sang putri! Nanti terlambat! Sholat dulu gih!” Seru salah satu temanku.&lt;br /&gt;Aku menuruti apa yang dikatakan oleh teman – temanku, selesai sholat, aku di dandani sederhana saja. Mereka bilang aku cantik. Tapi menurutku…. Aku cantik sekali! Ehehehehe!&lt;br /&gt;Masjid Al- Ikhlas. Tempat dimana akad pernikahan kami akan dilangsungkan. Danof sudah lebih dulu disana. Aku berjalan bersama teman – temanku ke Masjid itu. Aku masih deg – deg-an sekali sampai tak bisa bernafas. Ah lebai! Ujarku pada diriku sendiri. Di pintu Masjid ada foto kami berdua. Membuatku semakin grogi! Aih! Ingin ditelan bumi saja! Jangan deng! Jangan klo Danof-ku gak ikutan ketelan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masuk. Ada ceramah singkat tentang pernikahan. Aku mendengarkannya baik – baik. Fokus… ucapku dalam hati. Tak lama aku di panggil untuk duduk di sebelah kiri Danof. Kerudungku menjadi kerudungnya juga. Aku menatap pria yang duduk di sebelahku, Beberapa detik sebelum dia menjadi bagian yang paling penting dari hidupku, beberapa detik sebelum dia meng-ikrarkan bahwa ia menginginkanku, beberapa detik sebelum dia menjadi seseorang yang berhak atasku, Beberapa detik sebelum aku memanggilnya…”suamiku…”.&lt;br /&gt;Akad berlangsung lancar. Alhamdulillah, tanpa diulang. Dan hari ini. Akulah wanita paling bahagia! Memiliki suami sepertinya. Aku bahagia, karena pria ini adalah pria yang sungguh kucintai. Tak mudah bagi kami sampai kesini. Banyak yang Ia korbankan, banyak juga yang aku korbankan. Tapi semuanya tetap saja indah. Karena aku melalui semuanya bersamanya… hehehe…&lt;br /&gt;Mulai detik ini, aku istrinya. Iya, wanita paling beruntung itu aku. Dirumah kami yang sederhana, aku duduk di ruang tamu bersamanya.&lt;br /&gt;“Adek…” Panggilnya lembut.&lt;br /&gt;“Iya, suamiku…” Jawabku agak janggal. Hehehhe… belum terbiasa memanggilnya seperti itu.&lt;br /&gt;“Adek bahagia?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Enggak…” Jawabku singkat, tanpa memandangnya.&lt;br /&gt;“Hah?! Adek ni! Seriuslah! Uda serius nih!” Tanyanya meyakinkan dengan ekspresi wajah panik, bingung, dan aneh.&lt;br /&gt;“Iya, enggak salah lagi… Bahagia banget… ehehehhe” jawabku sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Adek sayang ama uda?” Tanyanya lagi.&lt;br /&gt;“Hmmm… gimana yah? pertanyaan yang sulit!” jawabku bercanda.&lt;br /&gt;“Aaa… adekkk… uda serius! Adek ni…” jawabnya mulai ngambek.&lt;br /&gt;“Iya, cinta! cinta!” jawabku pura – pura cuek.&lt;br /&gt;“Jangan sok cuek gitu deh, dek… kartu adek udah sama uda semua nih! mau dikeluarin!” ancamnya.&lt;br /&gt;“Keluarinlah, suamiku tercinta… adekpun punya kartu Uda, plus joker – jokernya!” tantangku.&lt;br /&gt;Dia tertawa. “Adek ni! uda sebenernya tau, cuma uda pingin denger langsung dari adek… dari istriku…” ujarnya lembut.&lt;br /&gt;Aihh… jantungku serasa mau copot denger kata ‘istriku’ dari mulutnya. “Iya, uda… udaku yang kecut… ehehehhe!” Candaku lagi, menutupi rasa maluku.&lt;br /&gt;“Adeeeeekkk…” serunya dengan nada hampir menyerah.&lt;br /&gt;“Adek sayang uda…” Ucapku tulus sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Hening. Danof terdiam, tak membalas senyumku. Dia malah menarik daguku supaya berhadapan dengannya lalu mengecup keningku lembut. Dan beberapa detik setelahnya, wajahku serasa terbakar… malu… Danof tertawa. “Muka adek merah kuadrat… hahahaha!” godanya.&lt;br /&gt;“Aaaahhh… perasaan uda aja… biasa aja koq… sembarangan!” ujarku membela diri, meski aku tahu yang dikatakannya benar.&lt;br /&gt;Dia menggandeng tanganku. Cara gandengan tangan yang aneh, ia mengaitkan kelingkingnya ke kelingkingku “Ayo bobok, dek… uda ngantuk…” Ujarnya sambil menutup mulutnya yang sudah mulai menguap. Aku menurut saja.&lt;br /&gt;Pria yang terbaring lelap di sampingku ini. Lihatlah dia… orang lain dalam hidupku, tak berhubungan darah denganku, namun memberikan segalanya untukku demi membahagiakanku. Aku menatap wajahnya yang sedah tertidur pulas. Menghafal setiap garis wajahnya. Mengingat ekspresi pulasnya. Aku memandanginya dengan takjub. Bagaiman bisa Allah menakdirkannya menjadi bagian dari hidupku…? Tanyaku.&lt;br /&gt;“Adek… adek kemana…?” Igaunya.&lt;br /&gt;Aku tersenyum kecil mendengar Danof mengigau. “Adek disini, uda…” jawabku sambil membelainya lembut. Dan beberapa saat setelah itu, tanpa kusadari, akupun terlelap.&lt;br /&gt;Paginya, uda membangunkanku dengan lembut. “Adek… ayo subuhan…” ucapnya sambil mengecup keningku.Aku langsung terbangun. Bagaimana tidak! Sepertinya dia sudah mulai mengetahui senjata ampuh untuk membangunkanku. Ahahahaha! Kami berwudhu, dan sholat berjamaah berdua. Setelah sholat, aku menyalaminya. Dia memintaku membaca Al-Qur’an, aku kira dia mau memperhatikanku, nyatanya dia malah berbaring di pangkuanku. Mendengarkanku sambil memejamkan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyiapkan sarapan dan seragam yang dipakai Danof untuk berangkat kerja. Sepatunya kusemir sampai mengkilat. Memasukkan bekal k etas kerjanya dan semua yang perlu dibawanya. Danof sudah siap mau berangkat kerja.&lt;br /&gt;“Adek… uda udah siap… tampan kan?” tanyanya PeDe sekali.&lt;br /&gt;“Belum…” Jawabku seraya menghampirinya dan merapikan kerah dan ikat pinggangnya. “Ini baru suamiku yang tampan!” seruku setelahnya.&lt;br /&gt;“Ehehehehe… Iya dong!” Ujarnya bangga sambil tersenyum. Ciri khas senyum Danof adalah taringnya. Aku senang sekali melihatnya tersenyum dengan embel – embel taring itu. Hehehehe…&lt;br /&gt;Aku mengantarnya sampai ke Halte. Seperti biasa dengan gandengan tangannya yang khas. Kelingking-kelingking. Sepanjang jalan, orang – orang memperhatikan kami Tapi… maaf saja… kami tak peduli. Dunia sedang milik kami. Sesampainya di Halte kami menunggu bis sambil bercerita – cerita. Tak lama kemudian, bus datang Ugh… sebenarnya aku gak pingin uda berangkat kerja hari ini… tapi mau bagaimana lagi.&lt;br /&gt;“Gak salim, dek…” tanyanya lembut.&lt;br /&gt;“Hehehehe… iya uda…” jawabku sambil meraih tanganannya dan menyaliminya.&lt;br /&gt;“Uda pergi dulu yah..” pamitnya sambil naik bus. Tapi tertahan karena aku menarik ujung bajunya.&lt;br /&gt;“Aaaadeeeek…” ucapnya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Uda hati – hati… cepat pulang…” Ujarku sambil melepas ujung bajunya.&lt;br /&gt;“Iya… adek juga hati – hati yah… di rumah aja, jangan kemana – mana… jaga Iffah-nya ya, dek…” Pesannya.&lt;br /&gt;Aku mengangguk dan melambai padanya, memandanginya sampai tak terlihat lagi. Lalu aku kembali ke ‘rumah kami’. Dan memulai hari keduaku sebagai istrinya… Aku bahagia. Bahagia mencintainya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Story By Srikandi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-8775831829909176915?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/8775831829909176915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/04/aku-tak-bisa-tidur-akhi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/8775831829909176915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/8775831829909176915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/04/aku-tak-bisa-tidur-akhi.html' title='aKu Tak Bisa Tidur Akhi ^___^'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188833329857483093.post-1698042488523969006</id><published>2010-04-14T07:50:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T08:27:01.643-07:00</updated><title type='text'>Kisah Cinta AnNisa</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:JA; 	mso-bidi-language:HE;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:JA; 	mso-bidi-language:HE;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Suatu pagi aku terbangun dan berpeluang melihat mentari terbit. Aaah.. kecantikan alam ciptaan Allah memang tiada tolok bandingnya. Sedang aku memerhati, aku puji Tuhan atas segala keindahan yang telah Ia sajikan . aku duduk dan terasa kehadiranNya di sisiku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dia bertanya kepadaku, “Adakah kamu mencintai Aku?” Aku menjawab, “Sudah tentu! Engkaulah Penciptaku, masakan aku tidak mencintaiMu.” Kemudian Dia bertanya lagi, “Jika kamu ditakdirkan cacat anggota, adakah kamu akan mencitaiKu?” Aku tergamam seketika. Aku lihat tangan,kaki dan seluruh anggotaku; aku teringat pelbagai kerja yang mustahil aku lakukan tanpa anggotaku ini yang selama ini tidak kusedari kepentingannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kemudian aku jawab, “Tentunya ia amat sukar bagiku, tetapi aku akan tetap mencintaiMu.” Kemudian Dia bertanya lagi, “Jika kamu ditakdirkan buta, adakah kamu akan menyayangi segala ciptaanKu?” Bagaimana mungkin bagiku untuk mencintai sesuatu yang di dunia ini yang tak mampu aku lihat? Kemudian aku berfikir...ramai orang yang ditakdirkan buta di dunia ini, dan mereka masih mencintai Allah dan segala ciptaanNya. Lantas aku menjawab, “Amat sukar bagiku membayangkan keadaanku yang sedemikina rupa, namun begitu aku akan tetap menyintaimu Ya Allah.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dia bertanya lagi, “Jika kamu ditakdirkan pekak, adakah kamu akan tetap mendengar kepada kata-kataKu?” Bagaimana mungkin bagiku mendengar jika aku pekak? Kemudian akutersedar bahawa mendengar itu tidak semestinya menggunakan telinga; tetapimenggunakan hati. Aku jawab, “Walaupun takdir itu amat berat bagiku, namun aku akan tetap menyintaiMu.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dia menyambung lagi persoalanNya, “Jika kamu ditakdirkan bisu adakah kamu akan terus memujiKu?” Aku tertanya lagi, bagaimana aku boleh memuji tanpa suara? Aku terfikir kemudian yang Allah mahu kitame mujiNya dari dalam hati dan jiwa kita; tidak penting bagaimanakah bunyinya. Kemudian aku menjawab, “Sungguhpun aku tidak mampu untuk mambunyikan pujian bagiMu, aku akan tetap memujiMu.” Dan...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dia terus betanya lagi, “Adakah kamu benar-benar menyintaiKu?” dengan nada yang tegas dan penuh keberanian. Aku jawab dengan yakin, “Ya, benar Tuhanku, aku menyintaimu kerana Engkaulah satu-satunya Tuhanku dan Tuhan yang sebenar!” Aku fikir jawapanku tadi sudah cukup bagus untuk menjawab soalanNya tadi, tetapi Dia terus bertanyakan lagi, “Kalau begitu kenapa kamu masih melakukan dosa?” Aku jawab, “Kerana aku cuma manusia bisa yang selalu lalai; aku tidak sempurna...aku bukan maksum.” “Kalau begitu, kenapa ketika kamu senang dan gembira...kamu lupakanKu; kamu lari jauh daripadaKu? Dan kenapa ketika kamu susah dan mahukan bantuan...kamu terus ingat kepada Aku; kamu datang dekat dan merayu kepada Aku?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku tidak mampu berkata-kata. Yang kusedari...titisan panas turun membasahi pipiku. Dia sambung lagi, “Mengapa kamu buat begini...kadang-kadang sujud menyembahKu, dan kemudian membelakangiKu; tidak pedulikanKu? Mengapa kamu hanya datang mencariKu hanya ketika kamu nengingatiKu? Mengapa kamu meminta kepadaKu sedang kamu tidak setia kepadaKu?” Kurasakan titisan panas mengalir deras membasahi pipiku tanpa henti. “Mengapa kamu malu kepadaKu? Mengapa kamu tidak mahu menyebarkan suruhanKu? Mengapa ketika kamu dizalimi kamu adukan kepada yang lain sedang Aku sedia mendengar segala rintihanmu? Mengapa kamu sering membuat alasan ketika Aku memberimu peluang untuk berkhidmat di jalanKu?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengapa kamu sering membuat alasan ketika Aku memberimu peluang untuk berkhidmat di jalanKu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ku gagahi bibirku untuk mengucapkan patah-patah perkataan bagi menjawab segala soalan yang bertubi-tubi diajukan kepadaku. Tetapi aku tidak punyai jawapan bagi persoalan-persoalan tadi. Lidahku yang selama ini lancar berkata-kata, kini kelu. Otakku ligat mencari jawapan... atau alasan... namun tiada apa yang kutemui sebagai jawapan. Dia berkata-kata lagi... “Kamu diberikan sebuah kehidupan. Aku jadikan dalam dirimu keistimewaan dan kelebihan berbanding orang lain untuk kamu berjuang di jalanKu, tetapi kamu tetap berpaling dari jalanKu. Aku tunjukkan kepadamu kata-kataKu sebagai panduan kamu dalam hidup ini, tetapi kamu tidak mahu mempelajari atau menghayatinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Acap kali Aku berkata-kata kepadamu, tetapi kamu berpaling daripada melihatnya. Aku turunkan kepada kamu pesuruhKu, tetapi kamu tidak ambil peduli ketika sunnahnya ditinggalkan. Aku dengar segala permintaan dan rayuanmu kepadaKu... dan semuanya telah Aku perkenankan dengan pelbagai cara.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;SambungNya lagi, “Kini... adakah kamu menyintaiKu?” Aku tidak mampu menjawabnya lagi. Bagaimana harus aku jawab persoalan ini.. Dalam tak sedar, aku malu dengan segala apa yang telah aku lakukan selama ini. Aku tidak lagi punya alasan bagi menyelamatkan diriku. Apa yang boleh aku jawab bagi persoalan itu? Ketika hatiku berteriak menangis, dan bercucuran airmata mengalir turun di kedua-dua belah pipiku, aku merintih, “Oh Tuhanku... ampunkanlah segala dosaku. Aku tidak layak menjadi hambaMu Ya Allah...” ..Kemudian Dia menjawab, “Sifatku pengampun...barangsiapa yang memohon keampunan dariKu, nescaya Aku ampunkannya. Dan Aku ampunkan kamu wahai hambaKu.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku bertanya kepadaNya, “Mengapa Engkau tetap mengampunkanku sungguhpun aku melakukan kesalahan berulangkali dan memohon ampun berulangkali? Sampai begitu sekalikah cintaMu terhadapku?” Dia menjawab “Kerana kamu adalah ciptaanKu. Aku sekali-kali tidak akan mengabaikanmu. Apabila kamu menangis aku akan bersimpati kepadamu dan mendengar segala rintihanmu. Apabila kamu melonjak kegirangan Aku akan turut gembira dengan kegembiraanmu. Apabila kamu berasa gundah dan kesepian, Aku akan memberikanmu semangat. Apabila kamu jatuh Aku akan membangkitkanmu. Apabila kamu keletihan Aku akan membantumu. Aku akan tetap bersama-samamu hinggalah ke hari yang akhir dan Aku akan menyayangimu selama-lamanya.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seingat aku... aku tidak pernah menangis sebegini. Aku sendiri tidak mengerti kenapa hatiku ini begitu keras; tidak mampu menangis menyesali segala dosaku selama ini. Dan..buat kali pertamanya dalam hidupku ini... aku benar-benar solat dalam ertikata yang sebenar. Ya Allah..betapa indahnya dapat merasakan kehadiran-Mu di setiap waktu..&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7188833329857483093-1698042488523969006?l=7annisa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7annisa.blogspot.com/feeds/1698042488523969006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/04/kisah-cinta-annisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/1698042488523969006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188833329857483093/posts/default/1698042488523969006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7annisa.blogspot.com/2010/04/kisah-cinta-annisa.html' title='Kisah Cinta AnNisa'/><author><name>NurLailahMangka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14505861922142749840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VwTFthknpDk/S_-Rn1MTpvI/AAAAAAAAAFM/dmvR6_B27ck/S220/ve.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
